Kemenkes Periksa 175 Wartawan Senior, Peserta dengan Tensi 217/145 Dirujuk ke RS

17930277176adf6e85cbf043.96232352
Kegiatan cek kesehatan gratis Kemenkes bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia bagi wartawan berusia 60 tahun ke atas. Dok: Istimewa

DINEWS.ID – Pemeriksaan kesehatan gratis yang digelar Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI bersama Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) menemukan sejumlah peserta mengalami tekanan darah tinggi. Bahkan, salah satu wartawan senior tercatat memiliki tekanan darah mencapai 217/145 mmHg hingga harus langsung dirujuk ke rumah sakit.

Temuan tersebut muncul dalam kegiatan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi wartawan senior berusia 60 tahun ke atas di Kantor Kemenkes, Jakarta, Senin, 26 Oktober 2026. Sebanyak 175 wartawan senior terdaftar sebagai peserta dalam kegiatan tersebut.

Ketua SWSI, Wahyu Muryadi, menyampaikan bahwa pemeriksaan juga menemukan sejumlah peserta mengalami katarak. Mereka direncanakan mendapatkan tindak lanjut melalui pemeriksaan mata.

Peserta yang membutuhkan pemeriksaan lanjutan diarahkan ke puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan.

Kegiatan ini digelar untuk meningkatkan kesadaran wartawan senior mengenai pentingnya pemeriksaan kesehatan rutin dan deteksi dini penyakit, terutama seiring bertambahnya usia.

Tensi Tinggi Bisa Ditemukan Saat Pemeriksaan Rutin

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengingatkan bahwa menjaga kesehatan sebaiknya dilakukan sebelum seseorang mengalami gejala penyakit.

Menurut dia, pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, dan indeks massa tubuh penting untuk membantu mendeteksi risiko sejumlah penyakit, termasuk stroke, penyakit jantung, kanker, dan gangguan ginjal.

“Yang paling penting adalah bagaimana kita menjaga orang tetap sehat, sebelum mereka sakit,” ujar Budi dalam keterangan resmi Kemenkes, Senin, 26 Oktober 2026.

Pemeriksaan rutin menjadi salah satu cara untuk mengenali faktor risiko kesehatan lebih awal. Dengan begitu, seseorang dapat berkonsultasi dengan tenaga kesehatan dan memperoleh tindak lanjut sesuai hasil pemeriksaan.

Kemenkes juga mengingatkan masyarakat agar tidak menghentikan konsumsi obat tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan tenaga kesehatan.

Selain melakukan pemeriksaan kesehatan secara berkala, masyarakat dianjurkan menjaga pola makan, mencukupi waktu tidur, dan berolahraga secara teratur.

Temuan tekanan darah hingga 217/145 mmHg dalam kegiatan tersebut menjadi salah satu gambaran pentingnya pemeriksaan kesehatan. Namun, hasil pemeriksaan setiap peserta berbeda sehingga tindak lanjut perlu disesuaikan dengan kondisi masing-masing.

Pemeriksaan Meliputi Gula Darah hingga Skrining Penyakit

Dalam kegiatan CKG tersebut, peserta menjalani sejumlah pemeriksaan kesehatan. Pemeriksaan meliputi tekanan darah, gula darah, kolesterol, skrining risiko tuberkulosis (TB) dan hepatitis, serta deteksi awal penyakit jantung.

Pemeriksaan IVA untuk deteksi dini kanker serviks juga tercantum dalam rangkaian layanan. Peserta turut mendapatkan konsultasi dokter secara gratis.

Melalui rangkaian pemeriksaan tersebut, peserta dapat mengetahui kondisi kesehatan berdasarkan hasil skrining dan berkonsultasi mengenai langkah lanjutan yang diperlukan.

Bagi peserta yang membutuhkan penanganan lebih lanjut, Kemenkes menyebut rujukan dapat dilakukan ke puskesmas atau rumah sakit dengan memanfaatkan BPJS Kesehatan.

Kegiatan ini secara khusus menyasar wartawan senior berusia 60 tahun ke atas. Selain menjaga kesehatan fisik, kegiatan tersebut juga menyoroti pentingnya perhatian terhadap kondisi mental pekerja media.

Meutya Hafid Soroti Kesehatan Mental Jurnalis

Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid turut mengingatkan pentingnya menjaga kesehatan mental jurnalis. Pekerja media menghadapi tekanan pekerjaan, termasuk situasi peliputan yang berat.

Meutya mendorong perusahaan media menyediakan ruang pemulihan bagi jurnalis setelah menjalankan tugas peliputan yang berat. Ia juga mengingatkan pekerja media agar mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan.

“Perusahaan media perlu memberikan ruang pemulihan bagi jurnalis usai meliput tugas berat, perlu mengenali batas kemampuan diri dan mengambil jeda ketika merasa kewalahan dan ingat aktivitas fisik dan olahraga juga menjadi salah satu cara untuk menjaga kesehatan fisik dan mental,” ujar Meutya.

Pesan tersebut menempatkan kesehatan jurnalis sebagai hal yang perlu diperhatikan, tidak hanya dari sisi fisik, tetapi juga mental. Dukungan lingkungan kerja dan kesempatan untuk beristirahat menjadi bagian dari perhatian terhadap kesejahteraan pekerja media.

Boy Noya Ceritakan Kebiasaan Menjaga Kebugaran

Salah satu peserta CKG, Boy Noya (63), mantan jurnalis dan presenter ANTV serta Metro TV, mengatakan hasil pemeriksaannya secara umum baik. Ia mengaku hanya mendapati kadar kolesterol yang sedikit meningkat dan tidak menemukan kondisi lain yang mengkhawatirkan.

Boy menceritakan bahwa dirinya berusaha menjaga kebugaran melalui aktivitas fisik secara rutin. Ia berlari dua hingga tiga kali seminggu dan bersepeda satu kali seminggu.

Selain berolahraga, Boy berusaha menjaga waktu tidur agar tidak terbiasa begadang, mengurangi stres, dan menerapkan pola makan sehat.

Kebiasaan tersebut menjadi bagian dari upayanya menjaga kesehatan. Meski demikian, pemeriksaan berkala tetap diperlukan untuk mengetahui kondisi tubuh dan mendeteksi potensi masalah kesehatan.

Melalui kegiatan CKG bersama SWSI, Kemenkes mengajak wartawan senior untuk lebih memperhatikan kesehatan dan tidak menunggu sampai keluhan muncul sebelum memeriksakan diri.

Pemeriksaan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kesehatan fisik dan mental perlu dijaga bersama, terutama bagi pekerja media yang menghadapi tekanan pekerjaan dan tuntutan peliputan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *