“Alhamdulillah semuanya lancar, dan hasil evaluasinya Pantarlih ada sebagian yang sudah selesai, ada sebagian yang belum. Karena total kita ada 17 TPS, 34 Pantarlih dan semua sudah terevaluasi. Yang sudah selesai secara pendataan Coklit sekitar 50% (persen) atau 4 ribu lebih dari total 8893 data, sebab ada aplikasi yang harus dikerjakan juga yaitu aplikasi Coklit,” ucapnya.
Ketua Panwascam Bogor Tengah, Andri Simorangkir (33) menambahkan, saat ini tahapan sesuai dengan PKPU 2 tahun 2024 yaitu pemutakhiran data, ada DP4 disinkronisasi dengan DPT terakhir hasil Pemilu kemarin.
“Jadi, ada Pantarlih yang bertugas untuk Coklit, yakni pencocokan dan penelitian data yang artinya untuk mengupdate data terakhir dari warga untuk dimasukkan ke daftar pemilih contoh, jika ada yang meninggal dunia itu harus dicoret, atau yang pindah domisili.
Soal kendala, Andri menyebut di wilayah Kelurahan Gudang terdapat sedikit persoalan dampak dari proyek Double Track sebelumnya, yang warganya secara administrasi kependudukan masih terdata di sana, namun secara fisik sudah tidak di sana.
“Ada juga yang terkena dampak juga, contoh di wilayah Sempur. Kita sudah patroli ke sana, secara fisik rumahnya sudah tidak ada, tapi warganya masih tinggal di seputaran situ. Jadi kita memastikan warga itu, khususnya wilayah Bogor Tengah terfasilitasi hak pilihnya,” pungkasnya.













