Daerah  

Tingginya Curah Hujan, Dedie Rachim Instruksikan Aparatur Wilayah Tingkatkan Pengawasan

WhatsApp Image 2026 05 25 at 14.47.30
Wali Kota Bogor Dedie Rachim memimpin apel rutin di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (25/5/2026). Foto: Pemkot Bogor

DINEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, meminta seluruh jajaran Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor meningkatkan kewaspadaan, pengawasan, serta kepedulian terhadap kondisi lingkungan di wilayah masing-masing menyusul tingginya potensi curah hujan di Kota Bogor yang dapat mencapai 120–200 mm dalam sekali hujan.

Hal tersebut disampaikan Dedie Rachim saat memimpin apel rutin di Plaza Balai Kota Bogor, Senin (25/5/2026).

Menurutnya, intensitas hujan yang jauh di atas rata-rata normal sekitar 70 mm berpotensi menimbulkan berbagai dampak, termasuk banjir lintasan akibat saluran drainase yang tersumbat dan kurang terawat.

“Saya meminta para pimpinan perangkat daerah untuk memperkuat pengawasan. Jika pengawasan lemah, maka akan muncul berbagai persoalan yang dapat menimbulkan kerugian,” ujar Dedie Rachim.

Ia menegaskan pentingnya aparatur wilayah memiliki rasa kepedulian, inisiatif, serta respons cepat terhadap persoalan di lingkungan masing-masing, termasuk melakukan pemetaan wilayah rawan dan memperkuat koordinasi lintas sektor.

“Aparatur wilayah harus responsif terhadap kondisi yang ada dan bersama-sama mencari solusi,” katanya.

Sejumlah titik yang menjadi perhatian di antaranya Jalan Dadali, Pacilong, Jalan Kapten Yusuf di perbatasan Ciapus–Tamansari, serta kawasan Yasmin menuju Tanah Sareal.

Khusus untuk kawasan Yasmin yang berada di jalur nasional, Dedie Rachim merekomendasikan pembuatan sodetan baru apabila kapasitas saluran drainase dinilai sudah tidak memadai.

Ia juga menyoroti persoalan tumpukan sampah yang menyumbat aliran air serta keberadaan pedagang yang menutup area drainase.

“Saluran air harus rutin dibersihkan dan kapasitasnya diperbesar apabila sudah tidak mencukupi. Untuk saluran yang tertutup pedagang tanaman, aparatur wilayah diminta melakukan sosialisasi agar tidak ada lagi aktivitas berjualan di atas drainase maupun badan jalan yang akan diperbaiki,” jelasnya.

Selain membahas kesiapsiagaan menghadapi cuaca ekstrem, Dedie Rachim juga menyinggung rangkaian peringatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-544 Tahun 2026 yang akan diisi dengan berbagai kegiatan, termasuk launching dan kirab budaya.

“Kita ingin menguatkan komitmen bahwa 3 Juni merupakan Hari Jadi Bogor, salah satunya melalui launching Museum Pajajaran,” pungkasnya. (Red/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *