DINEWS.ID – Peristiwa dahan pohon tumbang kembali terjadi di wilayah Kota Bogor. Kali ini, dahan pohon kenari berukuran besar patah dan menimpa area halaman belakang (backyard) serta atap Kafe Lorong Temu yang berada di Jalan Bangau, RT 06/RW 04, Kecamatan Tanah Sareal, Kota Bogor, Sabtu (23/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.
Insiden pohon tumbang di dekat kawasan Taman Heulang tersebut menyebabkan kerusakan cukup parah pada fasilitas kafe dan menimbulkan kerugian materiel hingga jutaan rupiah.
Pengunjung Panik Saat Dahan Pohon Tiba-Tiba Roboh
Pihak Manajemen Lorong Temu, Nadia, mengatakan peristiwa terjadi secara mendadak saat kondisi kafe sedang ramai pengunjung. Suara tumbangnya dahan pohon terdengar sangat keras hingga membuat pengunjung panik dan berteriak.
“Kami lagi pada di dalam dan suaranya kedengaran kencang sampai ke dalam, orang-orang pada teriak. Sebelumnya tidak ada tanda-tanda sama sekali, benar-benar tiba-tiba tumbang. Hujan baru turun setelah pohonnya jatuh,” ujar Nadia, Sabtu (23/5/2026).
Akibat kejadian tersebut, area backyard, atap kafe, hingga sejumlah tanaman hias mengalami kerusakan berat. Beruntung tidak ada korban jiwa dalam insiden ini.
Pengajuan Perapihan Pohon ke Perumkim Disebut Tak Ditindaklanjuti
Pemilik lahan yang disewa oleh Kafe Lorong Temu, Richie, mengungkapkan bahwa pihaknya sebenarnya sudah mengajukan permohonan perapihan pohon ke Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perumkim) Kota Bogor sejak tahun lalu.
Namun, menurut Richie, laporan tersebut hingga kini belum mendapat tindak lanjut di lapangan.
“Pengajuan untuk merapikan pohon ini sudah kami layangkan dari tahun kemarin ke Perumkim, tapi belum ada realisasi sama sekali sampai sekarang. Kenapa harus menunggu kejadian seperti ini dulu baru bertindak?” kata Richie.
Ia menjelaskan bahwa pengajuan dilakukan secara paralel oleh dirinya selaku pemilik lahan dan juga oleh pihak manajemen kafe. Meski demikian, proses penanganan disebut tak kunjung direalisasikan.
Kerugian Ditaksir Capai Jutaan Rupiah
Richie menambahkan, kerusakan paling parah terjadi di area kafe, terutama pada bagian kanopi dan fasilitas backyard yang tertimpa dahan pohon besar.
“Seharusnya mereka bertanggung jawab karena sudah dilaporkan dari jauh-jauh hari. Rumah utama kami alhamdulillah tidak kena, yang rusak berat ini area kafenya,” tambahnya.
Pihak pengelola memperkirakan total kerugian akibat pohon tumbang di Bogor tersebut mencapai jutaan rupiah.
“Kita alami banyak kerugian, hitung saja harga per-meter kanopi yang rusak tersebut,” pungkas Richie.
Warga Harap Pemerintah Lebih Cepat Antisipasi Pohon Rawan Tumbang
Peristiwa ini kembali menjadi perhatian masyarakat terkait pentingnya perawatan dan pemangkasan pohon-pohon besar di Kota Bogor, terutama saat memasuki musim hujan dan cuaca ekstrem.
Warga berharap pemerintah daerah melalui dinas terkait dapat lebih cepat merespons laporan pohon rawan tumbang agar kejadian serupa tidak kembali terjadi dan membahayakan masyarakat maupun tempat usaha di sekitar lokasi. (Yis)
Editor: YB













