Trump Desak Israel Tingkatkan Akses Bantuan Kemanusiaan ke Gaza

trump
Bayi Palestina meninggal akibat kekurangan gizi di Gaza selama blokade Israel. Foto : aa.com.tr

DINEWS.ID – Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyerukan agar Israel meningkatkan akses bantuan kemanusiaan ke Gaza, menyusul laporan kelaparan yang meluas di wilayah tersebut. Dalam kunjungan ke Skotlandia, Trump mengatakan banyak warga Palestina kesulitan memberi makan anak-anak mereka dan mendesak pendirian pusat-pusat pangan tanpa hambatan akses.

“Banyak orang kelaparan. Kami akan mendirikan pusat-pusat makanan yang mudah diakses tanpa pagar atau batasan,” ujar Trump, Selasa (29/7/2025).

Ia menambahkan bahwa AS akan bekerja sama dengan negara lain untuk memperluas bantuan kemanusiaan, termasuk penyediaan makanan dan fasilitas sanitasi. Gedung Putih menyatakan detail mengenai pusat pangan akan diumumkan dalam waktu dekat.

Pernyataan Trump datang sehari setelah Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu membantah adanya kelaparan di Gaza. Namun, Netanyahu kemudian mengakui situasi di Gaza sangat sulit dan menyatakan komitmen Israel untuk memastikan distribusi bantuan tetap berjalan.

“Israel akan terus bekerja sama dengan badan internasional serta negara mitra untuk memastikan aliran bantuan kemanusiaan dalam jumlah besar ke Jalur Gaza,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Kondisi kemanusiaan di Gaza terus memburuk setelah perang yang telah berlangsung selama dua tahun. Otoritas kesehatan Gaza melaporkan sedikitnya 14 orang meninggal dalam 24 jam terakhir akibat kelaparan dan kekurangan gizi, sehingga total korban akibat kelaparan mencapai 147 orang, termasuk 88 anak-anak. Secara keseluruhan, konflik tersebut telah menewaskan hampir 60.000 orang.

Sebagai respons atas tekanan internasional dan memburuknya situasi di lapangan, Israel pada akhir pekan lalu mengumumkan jeda kemanusiaan harian di tiga wilayah Gaza. Langkah ini mencakup pembukaan koridor aman untuk konvoi bantuan serta penerjunan bantuan udara, meskipun upaya gencatan senjata masih menemui jalan buntu.

Sejumlah warga Gaza menyampaikan kesaksian mengenai kelangkaan makanan. Wessal Nabil, warga Beit Lahiya di Gaza utara, mengatakan keluarganya terpaksa menahan lapar setiap hari.

“Kalau tidur lapar, bangunnya juga lapar. Kami hanya berusaha mengalihkan perhatian mereka agar tenang,” ujarnya.

Badan-badan PBB mendesak peningkatan pengiriman bantuan ke Gaza. Program Pangan Dunia (WFP) mencatat pengiriman 60 truk bantuan, masih jauh dari target 100 truk per hari. Kepala Dewan Pengungsi Norwegia, Jan Egeland, menyebut kondisi di Gaza sangat memprihatinkan.

“Anak-anak meninggal setiap hari karena kelaparan dan penyakit yang sebenarnya bisa dicegah. Waktu sudah habis,” katanya.

PBB mencatat bahwa meskipun ada perpanjangan jeda kemanusiaan oleh Israel, volume bantuan yang berhasil masuk ke Gaza masih terbatas dibandingkan pekan sebelumnya. Netanyahu menegaskan pasokan bantuan tetap akan diberikan, baik selama negosiasi gencatan senjata maupun saat perang berlangsung. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *