DINEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dikabarkan telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) damai antara AS dan Iran secara elektronik sebagai bagian dari upaya mengakhiri ketegangan yang selama ini membayangi hubungan kedua negara.
Menurut laporan Reuters dan AFP yang mengutip sejumlah pejabat AS, dokumen tersebut ditandatangani secara digital oleh Trump, Wakil Presiden AS JD Vance, serta Ketua Parlemen Iran Mohammad Bagher Ghalibaf.
Seorang pejabat senior pemerintahan AS mengatakan Trump sebenarnya ingin menandatangani dokumen tersebut secara langsung sebagai bentuk komitmen terhadap proses perdamaian.
“Presiden ingin menandatanganinya secara pribadi karena dia ingin menunjukkan dedikasinya untuk membawa masalah ini menuju penyelesaian yang sukses,” ujar pejabat tersebut kepada AFP.
Hingga saat ini, pemerintah Iran belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait laporan penandatanganan tersebut.
Namun, Ghalibaf sebelumnya mengisyaratkan adanya perkembangan penting dalam proses negosiasi. Melalui akun media sosial X, ia menyebut Iran telah mengambil “langkah besar menuju kemenangan akhir”, yang diyakini berkaitan dengan tercapainya kesepakatan damai dengan Washington.
Kesepakatan tersebut disebut menjadi hasil dari serangkaian perundingan intensif yang berlangsung dalam beberapa putaran pembicaraan.
Dalam unggahan di media sosialnya, Trump menyatakan kesepakatan itu mencakup pencabutan blokade AS terhadap Iran. Selain itu, kedua pihak juga berkomitmen menghentikan pertempuran di berbagai wilayah, termasuk di Lebanon.
Meski demikian, rincian lengkap mengenai isi kesepakatan hingga kini belum diumumkan secara resmi kepada publik.
Berdasarkan keterangan Trump dan Perdana Menteri Pakistan Shehbaz Sharif yang berperan sebagai mediator, penandatanganan resmi MoU dijadwalkan berlangsung di Swiss pada Jumat (19/6).
Trump juga menyebut bahwa setelah penandatanganan resmi dilakukan, Selat Hormuz akan kembali dibuka untuk pelayaran internasional tanpa pungutan tarif dari Iran.
Pembukaan jalur pelayaran strategis tersebut dikabarkan akan diawali dengan operasi pembersihan ranjau guna menjamin keamanan lalu lintas kapal di kawasan itu. (Red)













