DINEWS.ID – Sebanyak 15 balita di wilayah Kecamatan Bogor Timur resmi dinyatakan keluar dari kategori stunting. Keberhasilan tersebut merupakan hasil intervensi gizi intensif yang dilakukan oleh Junior Chambers Indonesia (JCI) Femme bersama China Chambers selama enam bulan terakhir.
Wakil Wali Kota Bogor, Jenal Mutaqin, meninjau langsung perkembangan para balita di Kelurahan Katulampa pada Rabu (13/5/2026). Dari total 71 anak penerima bantuan, sebanyak 15 balita menunjukkan perkembangan signifikan, baik dari peningkatan berat badan maupun indikator gizi lainnya.
“Alhamdulillah ada kenaikan berat badan, gizi, dan lainnya bagi mereka yang sudah mendapat intervensi selama enam bulan ini,” ujar Jenal Mutaqin yang juga menjabat Ketua Tim Percepatan Penurunan dan Pencegahan Stunting Kota Bogor.
Meski menunjukkan tren positif, Jenal menegaskan bahwa penanganan stunting tidak bisa hanya mengandalkan pemberian makanan tambahan. Menurutnya, terdapat sejumlah faktor lain yang turut memengaruhi kondisi anak.
“Indikator stunting tidak hanya dilihat dari kebutuhan gizi saja. Banyak variabel dan faktor, seperti pola asuh ibu, lingkungan, air bersih, serta tempat tinggal yang representatif,” jelasnya.
Bagi balita yang belum keluar dari kategori stunting, Jenal meminta dilakukan pendalaman lebih lanjut guna memastikan ada atau tidaknya penyakit bawaan yang membutuhkan penanganan medis khusus.
Sementara itu, perwakilan JCI Femme, Istia Sofyania, menjelaskan bahwa 15 balita yang berhasil keluar dari zona stunting tersebut tersebar di enam kelurahan di Kecamatan Bogor Timur.
Ia menambahkan, pihaknya bersama pemerintah terus melakukan evaluasi terhadap efektivitas model bantuan yang diberikan, termasuk kemungkinan penerapan bentuk intervensi lain yang lebih tepat sasaran.
“Hari ini kita evaluasi juga bersama-sama. Tujuannya tetap sama, yaitu menyukseskan Zero Stunting di Kota Bogor,” tutur Istia. (Yis)













