DINEWS.ID – Proyek pembangunan trase baru Jalan Saleh Danasasmita di kawasan Batutulis, Bogor Selatan, segera memasuki tahap konstruksi fisik. Tahapan ini dimulai setelah dilakukan serah terima pekerjaan kepada pihak kontraktor pada Rabu, 13 Mei 2026.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menyampaikan bahwa proyek strategis tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Kota Bogor dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat. Perusahaan asal Bandung, PT Promix Prima Karya, ditunjuk sebagai pemenang lelang untuk mengerjakan pembangunan akses jalan pengganti tersebut.
“Alhamdulillah Pemerintah Provinsi Jawa Barat sudah melaksanakan lelang untuk pengerjaan konstruksi. Lahan seluas 4.900 meter persegi ini mulai dikerjakan,” ujar Dedie di Bogor.
Pembangunan jalan sepanjang 300 meter itu menelan anggaran sebesar Rp21,2 miliar yang bersumber dari APBD Provinsi Jawa Barat. Proyek ini ditargetkan rampung dalam waktu 163 hari kalender atau pada akhir Oktober 2026.
Dedie menjelaskan, pembangunan tidak hanya berfokus pada pengaspalan jalan, tetapi juga mencakup aspek keamanan dan kenyamanan bagi pejalan kaki.
“Item pekerjaan terdiri dari pembangunan konstruksi, termasuk penguatan tebing dan jalur pedestrian,” tuturnya.
Ia menambahkan, kawasan Batutulis nantinya tidak hanya berfungsi sebagai jalur transportasi, tetapi juga akan dikembangkan menjadi kawasan hijau terpadu melalui pembangunan Leuweung Batutulis atau Hutan Batutulis serta area taman di eks jalan lama yang sudah tidak difungsikan.
Konsep tersebut akan mengintegrasikan jalan, hutan kota, dan taman dalam satu kawasan yang mendukung wisata heritage dan ruang terbuka hijau.
Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Jalan dan Jembatan Wilayah Pelayanan I Dinas Bina Marga Jawa Barat, Andi Nugroho, berharap proyek ini dapat memperkuat daya tarik wisata sejarah di Kota Bogor.
“Pekerjaan meliputi pembangunan jalan, taman di Leuweung Batutulis, serta pedestrian di Sumur Tujuh. Semoga menjadi destinasi baru bagi kawasan heritage di Kota Bogor,” kata Andi.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menambahkan bahwa integrasi kawasan tersebut akan menjadi nilai tambah bagi pariwisata lokal. Kehadiran jalur pedestrian yang nyaman dan taman tematik diharapkan membuat masyarakat dapat menikmati suasana sejarah Batutulis dengan lebih maksimal.
“Alhamdulillah, pembangunan ini nantinya menjadi satu kawasan yang terintegrasi. Mudah-mudahan ini akan menjadi salah satu destinasi wisata baru, khususnya di kawasan heritage Pemerintah Kota Bogor,” pungkas Estiningsih. (Yis)













