DINEWS.ID — Soto Betawi bikin kejutan di panggung kuliner dunia! Hidangan khas Jakarta yang akrab disantap bersama nasi putih ini berhasil menempati peringkat ketiga dalam daftar Top 100 Soups in the World versi TasteAtlas. Posisinya bahkan berada di atas dua hidangan mi berkuah populer asal Jepang, Yokohama-style ramen dan Tonkotsu ramen.
Dalam daftar yang diperbarui pada 15 Oktober 2026 itu, Soto Betawi meraih rating 4,4 dari 5. Sementara itu, posisi pertama ditempati Vori-vori dari Paraguay dengan rating 4,7, disusul Beyran çorbası dari Turki di peringkat kedua dengan rating 4,5.
Pencapaian ini menarik perhatian karena Soto Betawi merupakan hidangan tradisional yang mudah dijumpai di Indonesia, tetapi juga mendapat tempat dalam pemeringkatan kuliner internasional. Kuah gurih berbumbu rempah, potongan daging sapi, serta pelengkap seperti tomat dan emping menjadi bagian dari ciri khasnya.
Tak hanya Soto Betawi, kuliner Indonesia lainnya juga masuk dalam daftar tersebut. Gulai asal Sumatra menempati peringkat ke-16 dengan rating 4,3.
Meski demikian, peringkat TasteAtlas perlu dipahami sesuai konteksnya. Daftar tersebut disusun berdasarkan penilaian audiens, sehingga bukan penetapan mutlak mengenai sup terbaik di dunia. Namun, posisi Soto Betawi di tiga besar menjadi sorotan menarik bagi kekayaan kuliner Indonesia.
3 Sup Teratas Versi TasteAtlas
Berdasarkan daftar Top 100 Soups in the World yang diperbarui pada 15 Oktober 2026, berikut tiga hidangan yang menempati posisi teratas.
1. Vori-vori dari Paraguay

Vori-vori menempati posisi pertama dengan rating 4,7. Sup khas Paraguay ini memiliki ciri unik berupa bola-bola kecil yang terbuat dari tepung jagung dan keju, kemudian dimasak dalam kaldu.
Kuahnya dapat menggunakan ayam, sayuran, dan berbagai herba. Bola-bola jagung yang menyerap rasa kaldu membuat hidangan ini berbeda dari sup pada umumnya.
Vori-vori mencerminkan tradisi kuliner Paraguay yang memanfaatkan bahan-bahan lokal untuk menghasilkan hidangan berkuah yang mengenyangkan.
2. Beyran Çorbası dari Turki

Di posisi kedua terdapat Beyran çorbası dengan rating 4,5. Sup tradisional ini berasal dari Gaziantep, Turki, dan dikenal dengan cita rasa gurih serta pedas.
Bahan utamanya meliputi kaldu domba, nasi, daging domba suwir, lemak domba, bawang putih, dan pasta cabai. Di daerah asalnya, hidangan ini juga dikenal sebagai menu sarapan.
Perpaduan kaldu, daging, dan rempah menghasilkan karakter rasa yang kuat, menjadikan Beyran çorbası salah satu hidangan khas Turki yang masuk dalam jajaran teratas pemeringkatan TasteAtlas.
3. Soto Betawi dari Indonesia
Inilah hidangan Indonesia yang berhasil masuk tiga besar. Soto Betawi memperoleh rating 4,4 dan menempati peringkat ketiga dalam daftar TasteAtlas.
Hidangan khas Jakarta ini dikenal dengan kuah gurih yang umumnya menggunakan santan atau campuran susu, disertai potongan daging sapi dan terkadang jeroan. Perpaduan serai, kunyit, lengkuas, daun jeruk, dan ketumbar menghadirkan aroma rempah yang khas.
Saat disajikan, Soto Betawi biasanya dilengkapi tomat, daun bawang, emping, dan pelengkap lainnya. Hidangan ini lazim disantap bersama nasi putih.
Keistimewaan Soto Betawi terletak pada kuahnya yang kaya rasa serta perpaduan daging dan rempah. Karakter tersebut membedakannya dari sup berkaldu bening maupun hidangan mi berkuah.
Peringkat ketiga ini menempatkan Soto Betawi di atas Yokohama-style ramen dan Tonkotsu ramen dari Jepang dalam daftar yang sama. Meski rating-nya sama-sama 4,4 dengan Yokohama-style ramen, Soto Betawi berada di posisi lebih tinggi dalam pemeringkatan TasteAtlas.
Gulai Indonesia Juga Masuk Daftar
Selain Soto Betawi, gulai asal Sumatra menjadi hidangan Indonesia lainnya yang tercatat dalam daftar Top 100 Soups in the World. Gulai menempati peringkat ke-16 dengan rating 4,3.
Gulai dikenal dengan kuah berbumbu rempah yang kaya rasa. Bahan utamanya dapat berupa daging, ikan, atau bahan lain sesuai variasi yang berkembang di berbagai daerah.
Penggunaan rempah yang beragam menjadikan gulai memiliki karakter aroma dan rasa yang kuat. Meski sama-sama merupakan hidangan berkuah, gulai dan Soto Betawi mempunyai identitas kuliner masing-masing.
Kehadiran kedua hidangan tersebut menunjukkan keragaman kuliner Indonesia yang bertumpu pada bahan lokal, racikan rempah, dan tradisi memasak yang berkembang dari generasi ke generasi.
Bagaimana TasteAtlas Menentukan Peringkatnya?
TasteAtlas menyusun pemeringkatan berdasarkan penilaian audiens dengan mekanisme penyaringan untuk mengidentifikasi penilaian yang dianggap sah. Platform tersebut menjelaskan bahwa sistemnya berupaya mengabaikan penilaian bot serta penilaian bernuansa nasionalisme atau patriotisme lokal.
Meski demikian, TasteAtlas mengingatkan bahwa peringkatnya tidak seharusnya dipandang sebagai kesimpulan final tentang makanan terbaik di dunia. Daftar tersebut menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan hidangan tradisional dan mendorong apresiasi terhadap kuliner dari berbagai budaya.
Karena itu, posisi ketiga Soto Betawi lebih tepat dipahami sebagai pencapaian dalam pemeringkatan TasteAtlas, bukan klaim bahwa semua orang di dunia sepakat Soto Betawi merupakan sup terbaik ketiga.
Bagi Indonesia, masuknya Soto Betawi di posisi tiga besar dan gulai di peringkat ke-16 tetap menjadi kabar menarik. Keduanya memperlihatkan kekayaan cita rasa Nusantara yang layak dikenal lebih luas di tengah beragam kuliner berkuah dari berbagai negara.








