Rupiah Bergejolak, Harga Bahan Pokok di Bogor Masih Stabil, Kecuali Bawang Merah

WhatsApp Image 2026 06 25 at 21.27.53
Kondisi harga bahan pokok di Pasar Gembrong Sukasari

DINEWS.ID – Di tengah gejolak nilai tukar rupiah yang mengalami fluktuasi dalam beberapa waktu terakhir, harga mayoritas bahan pokok dan kebutuhan pangan di Kota Bogor terpantau masih relatif stabil.

Berdasarkan hasil pemantauan di Pasar Gembrong, Kelurahan Sukasari, Kecamatan Bogor Timur, Kamis (25/6/2026), harga sejumlah komoditas pangan seperti cabai, tomat, sayuran, bawang putih, hingga berbagai bumbu dapur belum menunjukkan kenaikan yang signifikan.

Salah seorang pedagang sayur dan bumbu di Pasar Gembrong, Adit (18), mengatakan hanya komoditas bawang merah yang mengalami kenaikan harga dalam beberapa waktu terakhir.

“Sebelumnya bawang merah dijual Rp50.000 per kilogram, sekarang menjadi Rp55.000 per kilogram. Untuk bawang putih, cabai, dan bumbu lainnya masih stabil,” ujar Adit.

Menurutnya, kenaikan harga bawang merah terjadi akibat penyesuaian harga dari distributor atau pemasok. Sementara itu, ketersediaan komoditas pangan lainnya masih terjaga dan tidak mengalami gangguan distribusi.

Adit juga menjelaskan adanya beberapa komoditas yang sementara kosong di lapaknya, seperti minyak goreng. Namun kondisi tersebut bukan disebabkan oleh kelangkaan barang di pasaran, melainkan karena pengelolaan stok di tingkat pedagang.

Kondisi serupa juga terjadi pada komoditas protein hewani. Dian (35), pedagang ayam potong di Pasar Gembrong, menyebut harga daging ayam broiler saat ini masih bertahan di kisaran Rp36.000 per kilogram.

“Harga ayam masih stabil. Kenaikan yang cukup terasa hanya terjadi saat momen Lebaran kemarin, setelah itu kembali normal,” kata Dian.

Meski demikian, ia mengaku mendapat informasi dari pemasok bahwa terdapat potensi penyesuaian harga ayam pada bulan depan. Namun hingga saat ini belum ada kenaikan harga yang terjadi di tingkat pedagang.

Secara umum, kondisi harga bahan pokok di Pasar Gembrong masih terkendali dan belum terdampak signifikan oleh dinamika ekonomi makro maupun pergerakan nilai tukar rupiah.

Masyarakat tetap diimbau untuk berbelanja secara bijak dan tidak melakukan pembelian berlebihan, sementara para pelaku usaha berharap stabilitas pasokan dan distribusi pangan dapat terus terjaga guna menjaga kestabilan harga di pasar. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *