Daerah  

Kelurahan Paledang Bakal Miliki Dua Jembatan Strategis Baru

WhatsApp Image 2026 06 25 at 20.24.22
Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir. Dok: dinews.id

DINEWS.DI – Kelurahan Paledang, Kecamatan Bogor Tengah, bakal memiliki dua jembatan strategis baru pada tahun anggaran 2026. Pembangunan Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Lebak Sari dan jembatan penghubung Paledang-Pasir Jaya menjadi prioritas Pemerintah Kota Bogor untuk meningkatkan mobilitas sekaligus keselamatan warga.

Lurah Paledang, Ali Firdaus Abdul Kadir, mengatakan proyek tersebut merupakan hasil perjuangan panjang masyarakat yang selama ini menginginkan akses yang lebih aman dan memadai di wilayahnya.

“Alhamdulillah, perjuangan warga Lebak Sari selama ini membuahkan hasil. Proses pengerjaan sudah berjalan, diawali dengan pembongkaran dan pemasangan pondasi penahan tanah di titik rawan longsor,” ujar Ali, Kamis (25/6/2026).

JPO Lebak Sari dibangun dengan anggaran Rp2,7 miliar dan telah mengantongi kontrak kerja sejak 25 Mei 2026. Jembatan tersebut memiliki panjang 45,6 meter dengan lebar 1,8 meter dan ditargetkan rampung dalam waktu 180 hari kalender.

Menurut Ali, pembangunan menghadapi sejumlah tantangan karena kondisi geografis Paledang yang berbukit serta padat permukiman. Akses material ke lokasi proyek juga cukup terbatas.

Untuk mengatasi kendala tersebut, pihak kelurahan melibatkan 14 tenaga kerja lokal dan melakukan pembebasan sebagian lahan di sekitar Posyandu Lebak Sari guna mendukung kelancaran pembangunan dan penataan kawasan.

Selain JPO Lebak Sari, pembangunan jembatan penghubung Paledang-Pasir Jaya senilai Rp2,7 miliar juga tengah berjalan. Proyek ini ditargetkan selesai pada akhir November 2026 dan diharapkan dapat memperlancar konektivitas antarwilayah.

“Progresnya saat ini berjalan cukup baik, bahkan lebih cepat dari jadwal. Kami berharap pada akhir November nanti jembatan ini sudah dapat dimanfaatkan masyarakat,” kata Ali.

Di saat yang sama, revitalisasi Kantor Kelurahan Paledang dengan anggaran Rp1,7 miliar juga terus dikerjakan dan menunjukkan perkembangan yang positif.

Sementara itu, Pemerintah Kota Bogor juga akan melakukan pembongkaran JPO Paledang lama yang berada di dekat Stasiun Bogor. Fasilitas tersebut sudah lama ditutup karena kondisinya dinilai membahayakan pengguna.

Pembongkaran yang menggunakan anggaran APBD 2026 sebesar Rp2,6 miliar itu dijadwalkan dimulai dalam waktu dekat. Sebagai penggantinya, pemerintah akan menyediakan fasilitas pelican crossing untuk menjamin keselamatan pejalan kaki saat menyeberang.

Ali mengimbau masyarakat, khususnya warga RW 01 dan sekitarnya, agar meningkatkan kewaspadaan selama proses pembongkaran berlangsung.

Kelurahan Paledang sendiri merupakan wilayah terluas di Kecamatan Bogor Tengah dengan luas mencapai 176 hektare dan jumlah penduduk sekitar 12.500 jiwa. Selain menjadi kawasan pusat ekonomi dan wisata, sebagian wilayahnya juga berada di area perbukitan dan sempadan sungai yang rawan longsor.

Di samping persoalan jembatan, warga masih menghadapi masalah akses jalan lingkungan yang sempit. Kondisi tersebut kerap menyulitkan mobilisasi kendaraan darurat, termasuk ambulans saat terjadi keadaan mendesak.

Untuk itu, setelah pembangunan dua jembatan selesai, Kelurahan Paledang telah menyiapkan agenda pembangunan lanjutan pada tahun 2027.

“Insya Allah, fokus kami berikutnya adalah perbaikan akses jalan lingkungan dan pembenahan sistem drainase. Kami ingin memastikan kenyamanan dan keselamatan warga semakin baik,” pungkas Ali. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *