Selain menolak relokasi warga Palestina, Puan juga mendorong parlemen negara-negara OKI untuk meningkatkan tekanan diplomatik agar lebih banyak negara mengakui secara resmi keberadaan negara Palestina.
Ia menegaskan pentingnya penyelesaian konflik Palestina-Israel melalui solusi dua negara secara damai.
“Marilah OKI memperkuat perannya dalam menentukan arah perubahan tatanan dunia yang lebih adil dan damai. Kebersamaan dan solidaritas di antara negara-negara anggota harus menjadi kekuatan utama dalam menghadapi berbagai tantangan global,” ujarnya.
Puan juga meminta agar seluruh rekomendasi dari Konferensi PUIC mendapat perhatian dan tindak lanjut serius dari pemerintah masing-masing negara anggota.
Konferensi PUIC ke-19 ini menjadi ajang strategis untuk memperkuat solidaritas OKI terhadap perjuangan rakyat Palestina serta memperkuat peran parlemen negara-negara Islam dalam isu-isu global.













