Krisis Kemanusiaan di Gaza Memburuk, Ratusan Anak Meninggal Kelaparan

Krisis kemanusiaan
Samah Matar berpose bersama putra-putranya, Yousef, 6 tahun, dan Amir, 4 tahun, yang menderita malanutrisi pada sebuah sekolah yang dikelola PBB di Kota Gaza, Sabtu, 26 Juli 2025. Foto : AP

DINEWS.IDKrisis kemanusiaan di Gaza semakin memburuk. Otoritas kesehatan setempat melaporkan sedikitnya 370 orang meninggal kelaparan dan kekurangan pangan akut dalam beberapa minggu terakhir, termasuk 131 anak-anak.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebut kondisi tersebut berpotensi menimbulkan dampak permanen bagi generasi anak-anak Gaza. Marina Adrianopoli, pimpinan teknis nutrisi WHO untuk respons Gaza, mengatakan anak-anak yang tidak mendapat cukup makanan pada tahun pertama kehidupan berisiko mengalami gangguan pertumbuhan fisik, perkembangan otak, hingga trauma berkepanjangan.

“Jika persentase anak yang mengalami malnutrisi akut maupun kronis tinggi, ada risiko seluruh generasi terkena dampak permanen pada pertumbuhan fisik, potensi sosial-ekonomi, serta trauma dan stres berkepanjangan,” ujarnya dari Jenewa.

Profesor klinis di London School of Hygiene & Tropical Medicine, Marko Kerac, menambahkan malnutrisi dini meningkatkan risiko penyakit kronis seperti jantung, diabetes, obesitas, hingga gangguan kesehatan mental. Menurutnya, kondisi ini membuat anak-anak lebih rentan terhadap infeksi seperti diare dan pneumonia.

Di sisi lain, badan pertahanan Israel COGAT menyatakan lebih dari 1.900 truk bantuan kemanusiaan, sebagian besar berisi makanan, telah masuk ke Gaza dalam sepekan terakhir. Namun, lembaga internasional menegaskan jumlah tersebut masih jauh dari cukup.

PBB memperingatkan adanya “jendela sempit” untuk mencegah kelaparan meluas dan mendesak Israel membuka akses penuh bagi pengiriman bantuan. Save the Children mencatat lebih dari 20.000 anak tewas sejak operasi militer Israel dimulai, setara dengan satu anak meninggal setiap jam.

“Perang ini adalah perang yang kejam dan disengaja terhadap anak-anak Gaza dan masa depan mereka, sebuah generasi yang dicuri,” kata Ahmad Alhendawi, Direktur Regional Save the Children untuk Timur Tengah, Afrika Utara, dan Eropa Timur.

Asosiasi akademisi internasional sebelumnya menyatakan Israel melakukan genosida di Gaza. WHO melaporkan hampir sepertiga penduduk Gaza kini berada dalam kondisi bencana, dengan tingkat malnutrisi akut yang melonjak tajam dibandingkan sebelum perang.

Anak-anak yang kekurangan gizi membutuhkan makanan terapeutik, susu formula khusus, dan perawatan medis intensif. Namun, akses terhadap semua kebutuhan itu sangat terbatas akibat blokade dan serangan militer yang masih berlangsung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *