DINEWS.ID – Pawai perayaan juara Persib Bandung yang berlangsung di Kota Bandung pada Minggu (25/5/2026) berjalan meriah dan dipadati ribuan suporter di sepanjang rute sekitar 5 kilometer.
Meski secara umum kegiatan berlangsung aman dan lancar, Pemerintah Kota Bandung mencatat sejumlah insiden kecil yang terjadi akibat tingginya antusiasme masyarakat selama pawai berlangsung.
Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyampaikan bahwa kepadatan massa sempat menghambat pergerakan kendaraan rombongan pemain menuju Pendopo Kota Bandung sebagai titik akhir kegiatan.
“Secara keseluruhan acara berjalan sangat lancar. Namun ketika para pemain akan dibawa ke pendopo untuk beristirahat, kendaraan sempat tersendat karena tingginya kepadatan massa sehingga beberapa pemain terpaksa berjalan kaki,” ujar Farhan.
Dalam situasi tersebut, salah satu pemain Persib Bandung, Frans Putros, dilaporkan kehilangan telepon genggamnya di tengah kerumunan penonton.
Selain itu, beberapa pemain juga mengalami desakan dari suporter yang ingin mendekat dan berinteraksi langsung selama pawai berlangsung.
Pemerintah Kota Bandung memastikan seluruh pemain telah kembali ke kediaman masing-masing dengan aman setelah rangkaian kegiatan selesai dilaksanakan.
Pemkot Bandung juga menegaskan tidak akan ada perpanjangan kegiatan perayaan mengingat kesiapan pengamanan untuk agenda kunjungan kenegaraan Presiden Republik Indonesia di Kota Bandung pada Senin pagi.
“Kami berharap malam ini menjadi malam terakhir perayaan. Besok pagi terdapat agenda kunjungan Presiden ke Sesko AD dan Kodam III/Siliwangi sehingga pengamanan harus difokuskan pada agenda tersebut,” lanjut Farhan.
Selain insiden kehilangan telepon genggam, tingginya kepadatan massa juga menyebabkan sejumlah penonton mengalami kelelahan hingga pingsan. Manajer Persib Bandung, Umuh Muchtar, turut mendapatkan penanganan medis akibat kelelahan selama kegiatan berlangsung.
Pemerintah Kota Bandung menyebut tingginya kepadatan massa dipengaruhi oleh panjang rute pawai yang mencapai 5 kilometer serta lokasi akhir kegiatan di kawasan Alun-alun Kota Bandung yang memiliki kapasitas lebih kecil dibanding lokasi perayaan tahun sebelumnya.
Pemkot Bandung bersama aparat keamanan akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pelaksanaan kegiatan serupa di masa mendatang guna memastikan aspek keselamatan, kenyamanan, dan kelancaran arus massa tetap terjaga. (*)













