DINEWS.ID – Sebuah pohon randu tumbang dan menyumbat aliran Kali Cipakancilan di kawasan Gang Tarmidi RT 003/RW 006, Kelurahan Cibogor, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, Minggu (1/11/2026). Peristiwa tersebut juga menyebabkan Tembok Penahan Tanah (TPT) di sekitar lokasi ambruk.
Pohon dengan tinggi sekitar 7 meter dan diameter 60 sentimeter itu diduga roboh akibat kondisi batang yang sudah lapuk serta terkikis derasnya luapan air sungai.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, menjelaskan bahwa pihaknya langsung menerjunkan personel setelah menerima pengaduan masyarakat melalui media sosial pada Minggu pagi pukul 08.35 WIB.
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Regu 1 di bawah komando Danru Indra Rustandi diberangkatkan menuju lokasi lima menit setelah laporan diterima, yakni pukul 08.40 WIB. Petugas melakukan pemotongan pohon sekaligus asesmen untuk mengetahui dampak kejadian.
“Setelah menerima laporan warga, Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) Regu 1 di bawah komando Danru Indra Rustandi langsung kami berangkatkan ke lokasi kejadian pada pukul 08.40 WIB untuk melakukan pemotongan pohon dan asesmen,” kata Dimas Tiko Prahadisasongko dalam keterangan tertulisnya, Minggu (1/11/2026).
Selain menghambat aliran sungai, pohon tumbang tersebut berdampak pada struktur TPT di sekitar lokasi hingga mengalami kerusakan dan ambruk.
Sebagai langkah penanganan darurat, personel BPBD bersama Pengurus Kelurahan Tanggap Bencana (Keltana) Cibogor serta unsur RT dan RW setempat memasang spanduk penutup pada bagian dinding TPT yang jebol. Langkah sementara itu dilakukan untuk menekan risiko pengikisan susulan.
Proses pemotongan dan pembersihan material pohon selesai sekitar pukul 11.30 WIB. Setelah pekerjaan tersebut rampung, petugas melanjutkan penanganan dengan memastikan kondisi di lokasi serta melakukan asesmen terhadap kerusakan yang terjadi.
“Kondisi saat ini penanganan dan asesmen di lapangan sudah selesai. Bangunan TPT yang roboh sementara kita amankan dengan spanduk penutup,” jelasnya.
Dimas mengatakan, perbaikan permanen pada struktur TPT yang ambruk menjadi kebutuhan mendesak, terutama mengingat potensi cuaca ekstrem yang masih dapat melanda wilayah Bogor.
Hasil asesmen BPBD selanjutnya dikoordinasikan dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta dinas teknis terkait agar kerusakan TPT dapat segera ditindaklanjuti.
Ia juga mengingatkan warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi pohon lapuk maupun pergeseran tanah, terutama saat hujan deras dan debit air sungai meningkat.
“Hasil asesmen ini langsung kami koordinasikan dengan pihak kecamatan, kelurahan, serta dinas terkait agar perbaikan TPT bisa segera ditindaklanjuti. Kami juga mengimbau warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai untuk tetap waspada terhadap potensi pohon lapuk dan pergeseran tanah,” pungkas Dimas Tiko.













