DINEWS.ID – Atap rumah milik warga di Kampung Sindangsari RT 005/RW 007, Kelurahan Kebon Kalapa, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, ambruk pada Rabu (28/10/2026) sekitar pukul 17.00 WIB. Peristiwa tersebut diduga dipicu kondisi rangka dan penopang atap berbahan kayu yang telah lapuk.
Rumah yang terdampak merupakan tempat tinggal Siti Maemunah bersama keluarganya. Berdasarkan pendataan, bangunan tersebut dihuni dua kepala keluarga (KK) dengan total tiga jiwa, terdiri dari dua laki-laki dan satu perempuan.
Ambruknya atap mengakibatkan kerusakan pada sejumlah bagian rumah, meliputi kamar tidur, ruang tengah, hingga dapur. Meski menyebabkan kerusakan bangunan, peristiwa tersebut tidak menimbulkan korban jiwa maupun luka-luka.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko Prahadisasongko, mengatakan laporan kejadian diterima petugas melalui aduan masyarakat di media sosial pada Kamis (29/10/2026) pukul 18.05 WIB.
“Laporan masuk dari warga via media sosial pada Kamis sore. Petugas piket Regu 1 TRC-PB BPBD Kota Bogor langsung dikerahkan ke lokasi untuk melakukan kaji cepat serta pendataan dampak di lapangan,” kata Dimas, Kamis (29/10/2026).
Konstruksi Atap Lapuk Jadi Penyebab
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, BPBD Kota Bogor mendapati kondisi rangka dan penopang kayu atap sudah tidak layak sehingga menyebabkan bagian bangunan tersebut ambruk.
Dimas menegaskan, berdasarkan hasil pemeriksaan awal, kejadian tersebut dipicu oleh kondisi konstruksi atap yang telah lapuk.
“Kejadian ini murni disebabkan kondisi konstruksi atap yang sudah lapuk. Tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa tersebut,” ujarnya.
Penanganan dilakukan oleh tim piket Regu 1 Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) BPBD Kota Bogor. Tim kaji cepat dipimpin Komandan Regu Indra Rustandi bersama personel Choirul Huda dan Heru Permana Putra.
Petugas melakukan pemeriksaan kondisi bangunan sekaligus mendata dampak kerusakan untuk menentukan kebutuhan penanganan awal bagi keluarga terdampak.
Warga Pasang Terpal untuk Penanganan Sementara
Proses penanganan di lokasi selesai pada pukul 19.30 WIB. Dalam pelaksanaannya, BPBD berkoordinasi dengan aparatur Kelurahan Kebon Kalapa serta pengurus RT dan RW setempat.
Berdasarkan hasil pendataan, kebutuhan mendesak pemilik rumah adalah terpal untuk menutup bagian atap yang ambruk. Penutup sementara diperlukan untuk mengantisipasi masuknya air hujan ke dalam rumah.
Dimas menyampaikan, warga sekitar telah bergotong royong memasang terpal secara swadaya pada bagian atap yang rusak.
“Untuk penanganan awal di lokasi, terpal swadaya dari warga sekitar sudah dipasang pada area atap yang ambruk guna mengantisipasi jika terjadi hujan,” kata Dimas.
Pemasangan terpal menjadi langkah awal untuk mengurangi dampak kerusakan sambil menunggu penanganan lebih lanjut. BPBD juga telah melakukan kaji cepat dan pendataan terhadap kondisi rumah serta kebutuhan mendesak keluarga yang terdampak.













