DINEWS.ID – Pemerintah Kota Bogor terus memperkuat upaya peningkatan akses pendidikan, khususnya bagi anak-anak putus sekolah, melalui optimalisasi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) dan kolaborasi lintas elemen masyarakat.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menegaskan pentingnya peran berbagai pihak, termasuk Bantuan Komunikasi Masyarakat (Bakoma) Bogor Raya, dalam membantu pendataan, monitoring, serta pendampingan anak putus sekolah agar kembali mengakses layanan pendidikan.
Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-12 Bakoma Bogor Raya di Rumah Dinas Wali Kota Bogor, Jalan Pajajaran, Kamis (28/5/2026).
“Program kembali ke sekolah melalui PKBM dengan paket A, B, dan C harus kita dorong bersama. Peran komunitas seperti Bakoma penting dalam membantu pendataan dan memastikan anak-anak putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan hingga setara SMA,” ujar Dedie Rachim.
Ia menjelaskan bahwa peningkatan angka partisipasi pendidikan, khususnya penyelesaian jenjang SMA, menjadi salah satu kunci untuk memperluas kesempatan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Upaya ini juga diharapkan berdampak pada peningkatan rata-rata lama sekolah serta Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kota Bogor.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota juga menekankan pentingnya sosialisasi pendidikan lanjutan, termasuk peluang sekolah kedinasan, agar dapat diakses lebih merata oleh masyarakat.
“Informasi mengenai pendidikan, termasuk sekolah kedinasan, harus tersampaikan dengan baik kepada masyarakat agar tidak ada potensi yang terlewat,” tambahnya.
Selain penguatan akses pendidikan, Pemkot Bogor juga mendorong peran aktif masyarakat dalam mendukung lingkungan belajar yang berkelanjutan melalui berbagai program kolaboratif lintas sektor. (*)













