“Banyak di antaranya, seperti komputer dan peralatan medis, juga merupakan barang yang tidak terkontrol. Sulit untuk mengisolasi transaksi mencurigakan yang spesifik dari kategori yang begitu luas,” Balakrishnan menambahkan.
Pemerintah menanggapi laporan tersebut dengan sangat serius dan telah meminta Andrews untuk memberikan bukti yang spesifik dan dapat diverifikasi untuk membantu upaya-upaya tersebut, kata Dr Balakrishnan.
Dia mengatakan sembilan dari entitas yang diidentifikasi tidak lagi terdaftar di Otoritas Regulasi Akuntansi dan Perusahaan, yang berarti mereka tidak lagi dapat menjalankan bisnis atau beroperasi sebagai badan hukum di Singapura.
“Ini termasuk entitas yang diduga terlibat dalam transfer komponen dan suku cadang pesawat tempur, peralatan untuk Angkatan Laut Myanmar, serta radio, penelitian, dan peralatan untuk perang elektronik,” kata Dr Balakrishnan.
Sebagian besar dari 47 entitas yang diidentifikasi pada awalnya juga tidak lagi memiliki fasilitas bisnis dengan bank-bank di Singapura, tambahnya.
“Bank-bank akan meninjau rekening yang tersisa dan mengambil langkah-langkah yang tepat, termasuk meningkatkan pengawasan untuk memastikan bahwa transaksi yang diproses oleh entitas-entitas ini tidak mencurigakan,” katanya.
“Langkah-langkah tersebut akan membatasi kemampuan mereka untuk melanjutkan bisnis yang tidak diinginkan,”











