Daerah  

Partisipasi PAUD Jadi Perhatian, Yantie Rachim Gencarkan Kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD”

WhatsApp Image 2026 06 10 at 21.09.50
Yantie Rachim, Bunda PAUD Kota Bogor. Dok: Pemkot Bogor

DINEWS.ID – Rendahnya angka partisipasi anak usia dini dalam layanan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) menjadi perhatian serius Pemerintah Kota Bogor. Untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pendidikan sejak usia dini, Bunda PAUD Kota Bogor, Yantie Rachim, menggencarkan Kampanye “Ayo Sekolah ke PAUD” melalui roadshow ke berbagai wilayah.

Hal tersebut disampaikan Yantie Rachim saat Roadshow Bunda PAUD Kota Bogor yang digelar di Aula Kantor Kecamatan Bogor Timur, Rabu (10/6/2026).

Menurut Yantie, peningkatan Angka Partisipasi Sekolah (APS) PAUD menjadi target utama kampanye yang saat ini terus dilakukan bersama pemerintah wilayah dan para Bunda PAUD tingkat kecamatan maupun kelurahan.

“Sasaran utama kampanye ‘Ayo Sekolah ke PAUD’ adalah meningkatkan Angka Partisipasi Sekolah PAUD di Kota Bogor,” ujarnya.

Yantie menegaskan bahwa pendidikan anak usia dini tidak hanya berfungsi sebagai tempat belajar, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter dan perkembangan anak pada masa emas pertumbuhan atau golden age.

Ia menjelaskan, usia 0 hingga 6 tahun merupakan periode penting dalam perkembangan otak anak. Karena itu, anak yang mendapatkan layanan PAUD dinilai memiliki kesiapan lebih baik saat memasuki jenjang sekolah dasar.

Selain mendukung kesiapan belajar, PAUD juga berperan dalam memantau tumbuh kembang anak serta mendeteksi potensi gangguan perkembangan sejak dini.

“Di PAUD anak belajar disiplin, bersosialisasi, bekerja sama, mengenal emosi, dan mengembangkan keterampilan hidup sesuai usianya,” jelasnya.

Yantie juga menyoroti peran PAUD dalam menciptakan pemerataan kesempatan bagi anak-anak dari berbagai latar belakang sosial ekonomi. Menurutnya, akses terhadap PAUD yang berkualitas dapat membuka peluang kehidupan yang lebih baik di masa depan.

Dalam kesempatan tersebut, ia mengingatkan para orang tua dan tenaga pendidik agar tidak terburu-buru membebani anak usia dini dengan aktivitas akademik seperti membaca, menulis, dan berhitung.

Sebaliknya, pembelajaran PAUD harus lebih menekankan pada aktivitas bermain yang menyenangkan, penguatan karakter, serta kemampuan sosial yang sesuai dengan tahap perkembangan anak.

Untuk mendukung keberhasilan program tersebut, Yantie meminta seluruh Bunda PAUD di tingkat wilayah memperkuat kolaborasi dengan Dinas Pendidikan dan pemerintah setempat. Ia juga mendorong adanya pemetaan kondisi PAUD negeri maupun swasta sebagai dasar penyusunan kebijakan yang lebih tepat sasaran.

“Kami berharap kampanye ini dapat memberikan dampak nyata terhadap peningkatan Angka Partisipasi Sekolah PAUD di Kota Bogor pada tahun 2026,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *