Terkait pembukaan median, Sujatmiko menyampaikan kajian teknis untuk latar belakang pembukaan median portable di kaki pendekat Semeru.
“Memang betul fasilitas u-turn tersebut terlalu pendek dari simpang. Namun, lokasi tersebut adalah titik yang saat ini dimungkinkan, karena tersedianya median tengah dan kapasitas lebar jalan yang cukup,” jelasnya.
Walaupun sebenarnya jarak tersebut masih terlalu dekat dengan simpang, menurutnya u-turn yang dibuka sementara ini, adalah lokasi yang paling mudah untuk mengakses alih gerak manuver, karena tersedia fasilitas median tengah 2,4 meter dan alih gerak manuver yang cukup bagi kendaraan berbalik arah, karena didukung kapasitas lebar jalan yang ada.
“Apabila u-turn kita arahkan semakin ke ujung dengan memperpanjang kanstin portable, kita tidak bisa menemukan titik yang memadai, karena akan menutup akses ke perumahan dan justru akan semakin sempit,” katanya.
Apabila tidak kita fasilitasi dengan membuka u-turn yang lebih baik, sambungnya mengatakan, maka kondisi pemutaran yang ada (memutar di ujung kanstin portable seperti yang terjadi sebelumnya) justru akan menciptakan kerawanan kecelakaan. Dan alih gerak yang terjadi, menutup arus lalu lintas dari arah Semeru yang menuju persimpangan.













