DINEWS.ID – Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, memimpin penutupan program Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) sekaligus aksi penanaman pohon yang melibatkan pelajar tingkat SD, SMP negeri, hingga sekolah swasta seperti BPK Penabur, Selasa (21/7/2026).
Di sela-sela kegiatan tersebut, Wali Kota meninjau langsung progres penataan kawasan pasca-pembongkaran Jembatan Penyeberangan Orang (JPO) Paledang. Ia menegaskan bahwa Pemkot Bogor akan terus mempercantik kawasan strategis yang menjadi salah satu titik mobilitas terpadat di Indonesia ini.
”Sekaligus merespons pasca-pembongkaran JPO Paledang, selanjutnya kita akan menata area seputaran Jalan MA Salmun, Kapten Muslihat, dan Jalan Paledang. Kawasan ini akan kita tata supaya lebih cantik lagi, karena ini daerah yang cukup padat ya,” ujar Dedie A. Rachim.
Menurutnya, penataan pedestrian dan jalur pejalan kaki ini disesuaikan dengan perubahan akses di dalam stasiun, mengingat jumlah penumpang KRL yang turun di Stasiun Bogor mencapai sekitar 110.000 orang per hari. Dengan akses yang tertata rapi, para pelintas dari luar kota yang ingin menuju Bogor Trade Mall (BTM) atau Pintu 1 Kebun Raya Bogor kini dapat berjalan kaki dengan nyaman tanpa harus memutar jauh atau naik angkutan umum.
Dalam peninjauan tersebut, Wali Kota juga memberikan apresiasi tinggi kepada warga setempat bernama Pak Uyah (70) yang secara mandiri telah konsisten selama 15 tahun memilah dan mengelola sampah plastik dari sungai.
Menanggapi temuan tumpukan sampah di aliran sungai—terutama sampah popok bayi (pampers) yang masih mendominasi ia memberikan imbauan tegas kepada para orang tua.
”Yang paling menyedihkan sebetulnya, sampah yang paling banyak kita jumpai itu adalah pampers. Jadi saya mengimbau kepada para orang tua untuk ikut bertanggung jawab terhadap lingkungan. Pampers itu tidak boleh dibuang ke sungai atau ke selokan,” tegasnya.
Sebagai bentuk komitmen menjaga lingkungan, Pemkot Bogor juga akan mengikutsertakan wilayahnya dalam program “Muliakan Sungai” yang diinisiasi oleh Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
Selain itu, pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) diminta untuk memberikan penguatan dan dukungan bagi para pegiat kebersihan lingkungan seperti Pak Uyah.
Menjawab keluhan warga terkait fasilitas umum, Pemkot Bogor juga memastikan akan membenahi penerangan jalan umum (PJU) serta menertibkan sisa lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) di sepanjang Jalan Mayor Oking, Kapten Muslihat, dan Paledang.
Tidak hanya itu, Wali Kota turut menginstruksikan pihak kelurahan bersama Karang Taruna, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), dan para kader untuk mengagendakan gerakan pencabutan paku yang menancap pada pohon-pohon di seluruh wilayah Bogor Raya guna menjaga kesehatan tanaman kota. (Yis)













