“Saat melakukan sosialisasi apa pun ke masyarakat, harusnya pihak KPU banyak melibatkan kami. Sayangnya, selama ini kurang adanya komunikasi, kolaborasi, apa lagi melibatkan kami,” ungkapnya.
Salman juga menilai bahwa dalam setiap kegiatannya, KPU selama ini kurang komunikasi, dan kurang memberi informasi kepada Bawaslu.
“Tentunya ini harus menjadi catatan evaluasi. Soal terjadinya penurunan angka partisipasi pemilih, kami tidak memiliki data. Dalam hal ini ada juga peran lembaga survei,” terangnya.
Menurutnya, penurunan partisipasi pemilih itu terjadi, bukan hanya di Kota Bogor saja, melainkan terjadi di berbagai wilayah dan di tingkat nasional.













