Namun, di balik popularitasnya, muncul kekhawatiran dari berbagai kalangan, terutama mengenai privasi dan keamanan data biometrik yang dikumpulkan. Data iris mata dinilai sangat sensitif dan berisiko jika disalahgunakan.
Kritik juga diarahkan pada kurangnya respon cepat dari pemerintah dalam menangani potensi risiko tersebut.
Pihak pengembang menyatakan bahwa data yang dikumpulkan telah dienkripsi dan disimpan di beberapa server berbeda untuk mencegah penyalahgunaan.
Mereka juga menyatakan terbuka untuk berdialog dengan pemerintah Indonesia guna melanjutkan operasional aplikasi di Tanah Air.
Kominfo menyatakan bahwa pemblokiran dilakukan sebagai langkah pencegahan dan investigasi terhadap potensi ancaman dari aktivitas pengumpulan data oleh pihak asing.







