Kereta Gantung Wisata Lisbon Anjlok, 16 Orang Tewas

kereta gantung wisata
Kecelakaan kereta gantung wisata di Lisbon, Portugal, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 22 lainnya, Rabu (3/9/2025). Foto : x.com/@abc_es

DINEWS.ID – Sebuah kecelakaan kereta gantung wisata di Lisbon, Portugal, menewaskan sedikitnya 16 orang dan melukai 22 lainnya, Rabu (3/9/2025). Pihak berwenang tengah menyelidiki penyebab kecelakaan maut tersebut.

Kantor Kejaksaan Agung Portugal mengonfirmasi identitas awal korban, termasuk lima warga Portugal, dua warga Korea Selatan, satu warga Swiss, dan satu warga Amerika Serikat. Polisi juga menduga terdapat korban asal Kanada, Ukraina, dan Jerman, meski identitas mereka belum resmi dipastikan.

Kereta gantung berwarna kuning yang menjadi ikon wisata Lisbon itu anjlok setelah kabel penghubung putus. Kendaraan kemudian keluar jalur di lereng setinggi 265 meter dan menabrak sebuah bangunan.

Seorang saksi mata, Abel Esteves (75), berada di kereta bagian bawah saat kecelakaan terjadi. “Saya bilang ke istri, kita semua akan mati di sini. Laju kereta sangat kencang, lalu menghantam gedung dengan suara keras.”

Serikat pekerja transportasi setempat menyebut adanya keluhan soal tegangan kabel yang memengaruhi sistem pengereman. Namun, perusahaan operator Carris memastikan semua protokol pemeliharaan telah dijalankan, termasuk inspeksi harian. CEO Carris, Pedro Bogas, menyatakan penyebab kecelakaan akan ditentukan melalui investigasi resmi.

Jalur kereta gantung yang dioperasikan sejak 1885 ini menghubungkan pusat kota Lisbon dengan kawasan Bairro Alto, yang populer di kalangan wisatawan. Setiap tahun, jalur ini melayani sekitar tiga juta penumpang.

Pemerintah Portugal menetapkan hari berkabung nasional. Perdana Menteri Luis Montenegro menyebut kecelakaan ini sebagai salah satu tragedi kemanusiaan terbesar dalam sejarah modern Portugal. Maskapai nasional TAP menawarkan bantuan transportasi bagi keluarga korban.

Hingga kini, jumlah korban luka mencapai 38 orang, termasuk wisatawan asal Jerman, Spanyol, Kanada, Italia, Prancis, Swiss, Maroko, Korea Selatan, dan warga lokal. Media melaporkan satu keluarga asal Jerman menjadi korban; ayah tewas, ibu mengalami luka serius, sementara anak mereka berusia 3 tahun selamat dengan luka ringan.

Bunga dan doa terus mengalir di lokasi kecelakaan. Paus Leo turut menyampaikan belasungkawa dan berkat bagi para korban, keluarga, serta tim penyelamat. ***

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *