DINEWS.ID — Jejak pendidikan seorang Wakil Presiden pertama Republik Indonesia ternyata masih dikenang di salah satu universitas ternama di luar negeri. Salinan ijazahnya dipajang secara permanen di lingkungan kampus tersebut sebagai bagian dari penghormatan terhadap sosok yang turut memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Tokoh yang dimaksud adalah Mohammad Hatta, atau yang akrab disapa Bung Hatta. Ia bukan hanya dikenal sebagai pendamping Soekarno dalam proklamasi kemerdekaan, tetapi juga sebagai tokoh pergerakan nasional yang menempuh pendidikan ekonomi di Belanda.
Informasi mengenai salinan ijazah Bung Hatta yang dipajang di Erasmus University Rotterdam kembali menarik perhatian setelah dibagikan melalui media sosial. Unggahan USS Feeds menyebut dokumen tersebut dipamerkan di aula Hatta Building, gedung kampus yang menggunakan nama sang tokoh.
Kisah ini menjadi pengingat bahwa perjalanan Bung Hatta tidak hanya tercatat dalam sejarah Indonesia. Hubungannya dengan dunia pendidikan di Belanda juga masih dikenang oleh institusi tempat ia pernah menimba ilmu.
Salinan Ijazah Bung Hatta Dipajang di Erasmus University Rotterdam
Mengutip informasi yang dibagikan USS Feeds dengan merujuk Erasmus Magazine, salinan ijazah Bung Hatta dipajang di aula Hatta Building, Erasmus University Rotterdam (EUR), Belanda.
Dokumen tersebut menjadi bagian dari pengenalan sejarah Bung Hatta di lingkungan kampus. Pemajangan salinan ijazah itu juga berkaitan dengan perjalanan pendidikan dan kiprahnya sebagai tokoh yang memperjuangkan kemerdekaan Indonesia.
Perlu digarisbawahi, dokumen yang disebut dipajang adalah salinan ijazah, bukan pernyataan bahwa ijazah asli Bung Hatta berada di sana.
Keberadaan Hatta Building sendiri dapat dikonfirmasi melalui situs resmi Erasmus University Rotterdam. Dalam publikasi pada 14 September 2023, Erasmus School of Economics menjelaskan bahwa gedung tersebut dinamai untuk mengenang Mohammed Hatta, salah satu pendiri Indonesia sekaligus alumnus penting institusi tersebut.
Gedung itu menjadi bagian dari fasilitas kampus yang digunakan sebagai hunian mahasiswa. Dengan demikian, nama Bung Hatta tidak sekadar muncul dalam catatan sejarah universitas, tetapi juga diabadikan melalui salah satu bangunannya.
Menempuh Pendidikan di Belanda Selama 11 Tahun
Sebelum menjadi Wakil Presiden pertama Republik Indonesia, Mohammad Hatta menempuh pendidikan di Belanda. Berdasarkan catatan Erasmus School of Economics, ia belajar di Nederlandse Economische Hogeschool, institusi pendahulu Erasmus School of Economics, pada periode 1921 hingga 1932.
Hatta tercatat lulus pada 5 Juli 1932 dari Nederlandsche Handels-Hoogeschool, nama institusi tersebut pada masa pendidikannya.
Masa belajar di Belanda bukan hanya menjadi bagian dari perjalanan akademiknya. Hatta juga aktif dalam pergerakan mahasiswa Indonesia yang memperjuangkan kemerdekaan dari penjajahan.
Ia terlibat dalam organisasi mahasiswa Indonesia yang kemudian dikenal sebagai Perhimpunan Indonesia. Organisasi tersebut menjadi salah satu wadah pergerakan kebangsaan di Belanda, tempat mahasiswa Indonesia menyuarakan cita-cita kemerdekaan Tanah Air.
Aktivitas tersebut membuat masa pendidikan Hatta memiliki arti lebih luas daripada sekadar memperoleh gelar akademik. Di luar kegiatan belajar, ia ikut membangun gerakan politik yang menentang kolonialisme.
Catatan mengenai perjalanan pendidikan dan kiprah Hatta juga dimuat dalam laman resmi Erasmus School of Economics. Informasi tersebut dapat ditelusuri melalui profil dan catatan alumni Erasmus School of Economics.
Mengapa Nama Bung Hatta Diabadikan sebagai Nama Gedung?
Penggunaan nama Hatta Building merupakan bentuk penghormatan terhadap hubungan historis Bung Hatta dengan institusi pendidikan tersebut.
Menurut publikasi resmi Erasmus School of Economics pada Juli 2018, anggota keluarga Hatta pernah mengunjungi kampus untuk melihat warisan sejarah sang tokoh. Kunjungan itu melibatkan cucu Hatta, Tansri Zulfikar Yusuf Swasono, serta menantunya, Sri-Edi Swasono.
Dalam kesempatan tersebut, keluarga Hatta diajak berkeliling kampus, termasuk melihat lingkungan yang menggunakan nama Bung Hatta. Pihak universitas menyebut penamaan gedung tersebut sebagai bentuk penghormatan terhadap salah satu tokoh penting dalam sejarah Indonesia.
Erasmus University Rotterdam juga mencatat bahwa Hatta merupakan salah satu figur utama dalam perjuangan kemerdekaan Indonesia. Setelah kembali ke Tanah Air, ia mengambil peran penting dalam perjalanan bangsa hingga menjadi Wakil Presiden pertama RI.
Keterangan mengenai kunjungan keluarga Hatta dan sejarah gedung tersebut tersedia di situs resmi Erasmus School of Economics.
Bukan Sekadar Dokumen Akademik
Kisah salinan ijazah Bung Hatta memperlihatkan bagaimana sebuah institusi pendidikan dapat menjaga ingatan tentang alumninya. Dokumen akademik tersebut menjadi bagian dari cerita yang menghubungkan perjalanan pendidikan, aktivitas pergerakan, dan sejarah kemerdekaan Indonesia.
Bagi generasi muda, kisah ini juga memperlihatkan bahwa pendidikan dapat berjalan beriringan dengan kontribusi kepada masyarakat dan bangsa. Bung Hatta menjalani studi ekonomi di Belanda, tetapi pada saat yang sama aktif dalam perjuangan politik untuk membebaskan Indonesia dari kolonialisme.
Karena itu, keberadaan namanya di lingkungan kampus memiliki makna historis yang lebih luas daripada sekadar penamaan sebuah gedung.
Meski unggahan mengenai salinan ijazah tersebut kembali menarik perhatian pengguna media sosial, tidak tepat menyimpulkan bahwa dokumen itu sedang viral di seluruh dunia tanpa bukti jangkauan internasional yang memadai.
Fakta yang dapat ditelusuri melalui sumber resmi adalah hubungan pendidikan Bung Hatta dengan institusi pendahulu Erasmus School of Economics serta pengabadian namanya melalui Hatta Building.
Sementara itu, informasi mengenai salinan ijazah yang dipajang merujuk pada unggahan USS Feeds yang menyebut Erasmus Magazine sebagai sumbernya. Pembedaan ini penting agar pembaca dapat mengetahui mana fakta sejarah yang dikonfirmasi universitas dan mana keterangan pemajangan dokumen yang diberitakan melalui media sosial.
Pada akhirnya, kisah Bung Hatta menjadi pengingat bahwa jejak seorang tokoh bangsa dapat melampaui batas negara. Perjalanan pendidikannya di Belanda tetap menjadi bagian dari sejarah yang menghubungkan Indonesia dengan dunia internasional.







