DINEWS.ID – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Bogor menyebabkan banjir di kawasan Gang Pacilong, RT 04 RW 04, Kelurahan Kebon Pedes, Kecamatan Tanah Sareal pada Senin malam (18/5/2026) sekitar pukul 19.00 WIB. Banjir terjadi akibat meluapnya aliran kali yang mengalami penyempitan sehingga tidak mampu menampung debit air hujan.
Berdasarkan laporan BPBD Kota Bogor, luapan air kali tersebut menggenangi sedikitnya 40 rumah warga di sekitar Gang Pacilong. Meski sempat merendam permukiman, tidak ada laporan korban jiwa maupun kebutuhan darurat dari warga terdampak.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian dari warga melalui WhatsApp dan langsung mengerahkan petugas piket Regu 2 yang dipimpin Danru Heru Apriyansah ke lokasi sekitar pukul 20.00 WIB.
BPBD Kota Bogor Kerahkan Tim TRC-PB ke Lokasi Banjir
Sebanyak empat personel Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) diterjunkan untuk melakukan asesmen dan pemantauan di lokasi banjir. Petugas yang bertugas di antaranya Nofandra, Sena Setiawan, M Galih Prasetyana, dan Alvinda Komara.
Tim melakukan pendataan rumah terdampak sekaligus memantau perkembangan debit air guna mengantisipasi kemungkinan evakuasi apabila kondisi genangan semakin meningkat. Koordinasi juga dilakukan bersama pihak RT setempat dalam rangka penanganan tanggap darurat.
“Laporan dari Pusdalops, untuk penanganan di Gang Pacilong telah selesai dilaksanakan. Petugas di lapangan sudah melakukan assessment, dokumentasi, dan koordinasi tanggap darurat bersama dengan pihak RT setempat,” tutur Dimas Tiko.
Genangan Air di Kebonpedes Mulai Surut
Proses asesmen dan koordinasi penanganan darurat di wilayah Kelurahan Kebon Pedes selesai dilakukan sekitar pukul 20.45 WIB. Memasuki pukul 21.00 WIB, kondisi genangan air dilaporkan mulai surut secara bertahap seiring menurunnya intensitas hujan di wilayah tersebut.
Meski kondisi mulai terkendali, BPBD Kota Bogor tetap mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan banjir susulan yang masih dapat terjadi sewaktu-waktu.
Selain itu, warga diminta segera melaporkan apabila menemukan potensi luapan air yang membahayakan agar petugas dapat bergerak cepat melakukan penanganan di lapangan. (Yis/***)
Editor: YB













