DINEWS.ID – BPBD Kota Bogor melaporkan terjadinya bencana tanah longsor di Kampung Ciburial, RT 04 RW 10, Kelurahan Ciparigi, Kecamatan Bogor Utara pada Senin malam (18/5/2026) sekitar pukul 18.30 WIB. Longsor terjadi setelah wilayah Bogor diguyur hujan deras dengan intensitas tinggi yang menyebabkan kondisi tanah menjadi labil.
Material longsoran diketahui berasal dari lahan kosong di sekitar lokasi kejadian. Tebing dengan lebar sekitar 5 meter dan tinggi mencapai 4 meter ambruk hingga menimpa bangunan di dekatnya. Akibat kejadian tersebut, tembok pembatas rumah warga mengalami kerusakan cukup parah.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Bogor, Dimas Tiko mengatakan pihaknya menerima laporan warga melalui WhatsApp sekitar pukul 19.00 WIB. Setelah menerima laporan, petugas piket Regu 2 yang dipimpin Danru Heru Apriyansah langsung diterjunkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat.
BPBD Bogor Lakukan Penanganan Darurat di Lokasi Longsor
Tim Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (TRC-PB) dari BPBD Kota Bogor tiba di lokasi sekira pukul 20.00 WIB. Petugas kemudian melakukan asesmen dan berkoordinasi dengan pihak Kelurahan Ciparigi, pengurus RT/RW, Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM), serta Kelurahan Tangguh Bencana (Keltana).
Sebagai langkah antisipasi longsor susulan akibat cuaca ekstrem yang masih berpotensi terjadi, petugas memprioritaskan penutupan area tanah labil menggunakan terpal. Proses penanganan dilakukan secara gotong royong oleh personel asesmen lapangan, yakni Ichsan Bayu G, Rizki Maulana S, Christian Rino, dan Asep Ubaedilah.
Penanganan kedaruratan, pendataan dampak, hingga dokumentasi kejadian di Kampung Ciburial selesai dilakukan sekitar pukul 21.00 WIB. Berdasarkan laporan sementara, tidak ada korban jiwa dalam peristiwa longsor tersebut. Namun, pengawasan di sekitar area terdampak masih terus diperketat guna mengantisipasi potensi longsor susulan.
BPBD Imbau Warga Waspada Cuaca Ekstrem
Pasca kejadian longsor di Ciparigi, BPBD Kota Bogor mengimbau masyarakat yang tinggal di wilayah lereng maupun kawasan dengan tingkat kemiringan tanah tinggi agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan.
Tingginya intensitas curah hujan dinilai dapat meningkatkan risiko pergeseran tanah dan longsor sewaktu-waktu.
“Assessment, dokumentasi dan koordinasi tanggap darurat kejadian bersama dengan pihak terkait telah selesai dilaksanakan,” ujar Dimas Tiko. (Yis/***)
Editor: YB













