Daerah  

DKPP Kota Bogor Buka Bursa Hewan Kurban, Targetkan Lokasi Penjualan Terpusat di Setiap Kecamatan

WhatsApp Image 2026 05 18 at 12.40.57
DKPP Kota Bogor resmi membuka Bursa Hewan Kurban ke-24 di Jalan Pajajaran, Kota Bogor

DINEWS.ID – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bogor resmi membuka Bursa Hewan Kurban ke-24 di Jalan Pajajaran, Kota Bogor. yang di gelar dari tanggal 13 sampai 26 Mei 2026.

Kegiatan yang bekerja sama dengan BRMP ini bertujuan untuk memfasilitasi umat Islam dalam mendapatkan hewan kurban yang terjamin kesehatan serta kesesuaiannya dengan syariat Islam menjelang Idul adha.

​Kepala DKPP Kota Bogor, Dody Ahdiat, menyatakan bahwa bursa ini juga diproyeksikan sebagai model percontohan untuk menata lapak penjualan hewan kurban agar lebih tertib dan terpusat di masa mendatang. Saat ini, terdapat tujuh penjual yang telah bergabung di lokasi tersebut, terdiri dari tiga penjual sapi dan empat penjual kambing atau domba.

​”Maksud dan tujuannya, pertama, ini akan menjadi model ke depan bahwa lokasi penjualan hewan kurban itu sudah kita tentukan secara terpusat. Kedua, kita ingin menjamin bahwa hewan kurban yang dijual kepada masyarakat, khususnya umat Islam, terjamin dari sisi kesehatan dan juga sesuai dengan syariat Islam,” ujar Dody Ahdiat, Senin (18/5/2026).

​Dody menjelaskan, bursa yang ada saat ini diplot untuk menjadi pusat penjualan di wilayah Bogor Tengah. Ke depan, DKPP berencana mereplikasi skema ini dengan membina lokasi-lokasi baru di setiap kecamatan di Kota Bogor.

​Terkait dengan kebijakan harga, DKPP menegaskan tidak menetapkan standar tarif tertentu.

Mekanisme harga sepenuhnya diserahkan pada kesepakatan antara penjual dan pembeli mengikuti harga pasar. Meski demikian, pengelola menyediakan timbangan khusus untuk mengukur berat hidup hewan guna memastikan keadilan transaksi.

​”Namun, yang kita jamin di sini adalah proses transaksi dari petani ke penjual itu ditimbang secara jelas. Pihak BRMP menyediakan timbangan khusus untuk mengukur berat hidup sapi atau kambing. Jadi harganya lebih pasti dan adil (fair), jangan sampai petani yang sudah bersusah payah menggemukkan ternak justru merasa dirugikan saat menjualnya,” lanjut Dody.

Sebagai langkah proteksi terhadap konsumen, seluruh hewan ternak yang dipasarkan di dalam bursa telah melewati pemeriksaan kesehatan yang ketat. DKPP berkolaborasi dengan Persatuan Dokter Hewan Indonesia (PDHI) serta IPB University untuk menerjunkan tenaga medis guna mengantisipasi potensi penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD).

​Hingga saat ini, DKPP mencatat belum ada temuan kasus PMK maupun LSD di wilayah Kota Bogor. Petugas dinas diklaim terus melakukan pemantauan rutin ke kandang-kandang peternak di seluruh kecamatan secara berkala.

​”Bursa ini dimulai dari hari ini, tanggal 13, dan akan berakhir nanti menjelang Iduladha pada tanggal 26,” tutup Dody. (Yis)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *