DINEWS.ID – Puluhan massa dari Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Bogor menggelar aksi unjuk rasa di depan gerbang Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (29/10/2026). Aksi yang berlangsung sejak siang hingga malam hari itu turut diikuti sejumlah pengemudi ojek online (ojol).
Dalam demonstrasi tersebut, massa menyuarakan tuntutan evaluasi terhadap dua tahun perjalanan program Asta Cita pemerintahan Presiden Prabowo Subianto dan Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka. Selain evaluasi kepemimpinan nasional, penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) juga menjadi salah satu isu yang disoroti peserta aksi.
Massa sempat berupaya mendekati area depan gerbang Istana Bogor untuk menyampaikan aspirasi secara langsung. Namun, langkah mereka tertahan barikade pengamanan yang dijaga aparat kepolisian dari Polresta Bogor Kota bersama anggota Detasemen Polisi Militer (Denpom).
Kapolresta Bogor Kota terlihat turun langsung memantau pengamanan di sekitar lokasi demonstrasi.
Meski hujan rintik mengguyur kawasan Istana Bogor menjelang sore hingga waktu Magrib, massa memilih tetap bertahan. Para peserta aksi secara bergantian menyampaikan orasi di tengah pengamanan aparat.
Sorakan dan seruan semangat terdengar dari barisan demonstran yang memadati badan jalan. Mereka meneriakkan sejumlah yel-yel untuk menyuarakan semangat perjuangan dan aspirasi yang dibawa dalam aksi tersebut.
“Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan yang Melawan!” teriak massa menjelang malam di depan gerbang Istana Bogor.
Aksi Bakar Ban Sempat Picu Ketegangan
Situasi di lokasi sempat memanas ketika massa membakar ban bekas di tengah badan jalan sebagai bentuk protes. Kobaran api kemudian dipadamkan oleh anggota kepolisian menggunakan alat pemadam api ringan (APAR).
Setelah api berhasil dipadamkan, ketegangan kembali terjadi ketika sejumlah peserta aksi mendatangi dan mengerubungi anggota polisi yang memegang APAR.
Aksi protes tersebut diwarnai saling dorong antara massa dan petugas. Meski demikian, situasi di lokasi akhirnya berhasil diredam oleh aparat gabungan yang berjaga.
Pengamanan tetap dilakukan di sekitar gerbang Istana Bogor untuk mengendalikan situasi selama demonstrasi berlangsung.
Hingga selepas waktu Magrib, massa PMII Bogor bersama sejumlah pengemudi ojek online masih bertahan di lokasi. Mereka melanjutkan penyampaian aspirasi terkait evaluasi dua tahun program Asta Cita dan penanganan karhutla.
Aksi tersebut menjadi ruang bagi para peserta untuk menyuarakan tuntutan mereka di depan Istana Kepresidenan Bogor. Situasi di lapangan sempat diwarnai ketegangan, terutama saat pembakaran ban dan proses pemadaman api oleh petugas.













