DINEWS.ID – Bank Indonesia (BI) mempercepat pengembangan Rupiah Digital sebagai mata uang digital resmi atau Central Bank Digital Currency (CBDC) yang diterbitkan bank sentral. Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa Rupiah Digital dirancang memiliki kestabilan nilai seperti stablecoin, namun sepenuhnya berada di bawah kendali otoritas moneter.
“Kami akan mengembangkan Rupiah Digital yang dikeluarkan oleh BI… Ini stablecoin resmi nasional Indonesia yang akan kami kembangkan,” ujar Perry.
Ia belum merinci tahapan teknis pengembangan proyek tersebut. Namun, Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta mengungkapkan bahwa program ini sudah memasuki fase eksperimentasi tahap kedua.
“Saat ini yang sedang tren adalah digital rupiah, stablecoin. Kami sudah masuk tahap kedua (eksperimentasi). Tahap pertama fokus pada retail, sementara sekarang kami memasuki tahap sekuritas,” katanya.
Rupiah Digital merupakan salah satu dari lima inisiatif utama dalam Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030. Mata uang digital ini berbentuk rupiah elektronik yang dapat digunakan seperti uang tunai, uang elektronik, maupun kartu pembayaran.
Meski memiliki karakter stabil serupa stablecoin, Rupiah Digital bukan aset kripto, melainkan CBDC resmi. Dalam BSPI 2030, pengembangannya diarahkan untuk uji coba lanjutan yang meniru fungsi pasar wholesale dan memperdalam pasar keuangan nasional.
Inisiatif ini berada di bawah Proyek Garuda, kerangka pengembangan CBDC Indonesia yang bertujuan menjaga kedaulatan rupiah, memperkuat posisi Indonesia secara global, dan mempercepat integrasi ekonomi serta keuangan digital nasional.
Rupiah Digital ditargetkan menjadi alat pembayaran digital sah di seluruh wilayah Indonesia, mendukung kebijakan moneter di era digital, serta mendorong inklusi dan efisiensi sistem keuangan.
Pengembangan dilakukan melalui tiga tahap. Tahap pertama menguji penggunaan Rupiah Digital untuk transaksi wholesale (w-Rupiah Digital) dan telah rampung pada 2024. Tahap kedua fokus pada pengujian use case pasar keuangan, terutama pengembangan securities ledger. Tahap akhir akan menguji integrasi penuh antara w-Rupiah Digital dan ritel (r-Rupiah Digital).







