DINEWS.ID – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump didiagnosis menderita insufisiensi vena kronis, sebuah kondisi medis yang memengaruhi aliran darah dari kaki ke jantung.
Dilansir dari News18, Jumat (18/7/2025), insufisiensi vena kronis terjadi ketika vena di kaki kehilangan kemampuan untuk mengalirkan darah secara optimal ke jantung. Akibatnya, darah dapat menumpuk di bagian bawah tubuh, menyebabkan pembengkakan, rasa tidak nyaman, serta perubahan pada kulit.
Gejala umum dari kondisi ini antara lain kaki terasa berat atau nyeri, kram di malam hari, pembengkakan di pergelangan kaki, kulit gatal atau bersisik, munculnya varises, serta sensasi terbakar atau kesemutan.
Kondisi ini juga berpotensi menimbulkan komplikasi serius seperti edema (pembengkakan persisten), penumpukan jaringan parut, dan luka terbuka yang sulit sembuh. Dalam kasus yang parah, tekanan vena yang tinggi dapat menyebabkan pecahnya pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit, memicu perubahan warna kulit hingga infeksi seperti selulitis.
Para ahli kesehatan memperingatkan bahwa jika tidak segera ditangani, insufisiensi vena kronis dapat memburuk dan berdampak signifikan terhadap kualitas hidup penderitanya.***













