DINEWS.ID – Militer Israel melarang warga Palestina di Jalur Gaza mendekati pusat-pusat distribusi bantuan kemanusiaan. Larangan ini disampaikan oleh juru bicara militer Israel, Avichay Adraee, dalam pernyataan resminya di platform X, Kamis (5/6/2025).
Adraee menjelaskan bahwa penutupan sementara pusat distribusi dilakukan untuk renovasi, reorganisasi, dan peningkatan efisiensi layanan. Ia meminta warga Gaza mengikuti informasi resmi dari Gaza Humanitarian Foundation (GHF), penyelenggara program distribusi bahan pangan pokok di wilayah tersebut.
Menurut Adraee, GHF telah mengumumkan penutupan pusat-pusat bantuan mulai Rabu. Ia juga menegaskan bahwa semua aktivitas menuju atau memasuki area distribusi dilarang karena dianggap sebagai zona konflik.
Penutupan ini terjadi sehari setelah serangan militer Israel di bundaran Al-Alam, Rafah, yang menewaskan sedikitnya 27 warga Palestina yang tengah menunggu bantuan.
Kantor media Pemerintah Gaza menyatakan, sejak 27 Mei lalu, serangan-serangan di sekitar pusat distribusi bantuan GHF telah menewaskan sedikitnya 102 orang dan melukai 490 lainnya. GHF diketahui mendapat dukungan dari Israel dan Amerika Serikat.













