DINEWS.ID – Cristiano Ronaldo akhirnya mengucapkan selamat tinggal kepada Timnas Portugal. Setelah 23 tahun mengenakan seragam kebanggaan negaranya, megabintang sepak bola dunia itu mengumumkan pengunduran dirinya dari tim nasional melalui sebuah video emosional yang diunggah di Instagram pada Kamis, 5 November 2026.
Bukan sekadar pengumuman pensiun, video berdurasi hampir lima menit tersebut menjadi ruang bagi Ronaldo untuk mengenang perjalanan panjangnya bersama Portugal. Ia menyampaikan rasa terima kasih kepada para pendukung, rekan setim, pelatih, staf, dan keluarganya yang telah menemani perjalanan karier internasionalnya.
Satu kalimat yang paling melekat dari pesan perpisahan tersebut adalah ungkapan yang juga menjadi keterangan unggahan videonya: “Portugal estará sempre em mim”, yang berarti “Portugal akan selalu ada dalam diriku.”
Ronaldo mengawali pesan perpisahannya dengan menyebut bahwa waktunya telah tiba untuk mengembalikan seragam bernomor punggung 7 kepada tim nasional Portugal.
Selama 23 tahun, nomor tersebut bukan sekadar identitas seorang pemain. Seragam itu menjadi bagian dari perjalanan panjang Ronaldo, mulai dari pemain muda yang memulai debut internasional pada 2003 hingga menjadi kapten dan salah satu sosok paling berpengaruh dalam sejarah sepak bola Portugal.
Kepada masyarakat Portugal, ia menyampaikan bahwa dirinya tidak pernah merasa nomor 7 itu sepenuhnya menjadi miliknya.
Selama lebih dari dua dekade, ia justru merasa mendapatkan kehormatan sekaligus tanggung jawab untuk mengenakan, membela, dan membawa seragam tersebut ke berbagai stadion di dunia.
“Hari ini waktunya tiba untuk menyerahkannya kepada masa depan,” demikian pesan Ronaldo dalam video perpisahannya, sebagaimana dikutip dari pernyataan yang dipublikasikan FIFA.
Ia mengakui keputusan tersebut tidak mudah. Menurut Ronaldo, ada keputusan yang tidak hanya diambil menggunakan pikiran, tetapi juga melibatkan perasaan.
Perjalanan yang dimulai pada Agustus 2003 itu, katanya, telah mengubah hidupnya untuk selamanya.
Kenangan Lagu Kebangsaan yang Tak Akan Terlupakan
Bagian paling menyentuh dari pesan Ronaldo muncul ketika ia mengenang momen lagu kebangsaan Portugal dikumandangkan sebelum pertandingan.
Ia menggambarkan bagaimana dirinya melihat rekan-rekan setim, tribun penonton, anak-anak, ibu, ayah, hingga para kakek dan nenek yang datang memberikan dukungan.
Di antara mereka, ada pula warga Portugal yang rela menempuh perjalanan jauh hanya untuk menyaksikan tim nasional berlaga.
Bagi Ronaldo, momen tersebut memiliki makna yang jauh lebih besar daripada pertandingan sepak bola.
Ketika lagu kebangsaan mulai terdengar, perbedaan seolah menghilang. Tidak ada lagi perbedaan klub, warna, kelas sosial, pekerjaan, maupun pandangan.
Yang tersisa hanyalah satu kecintaan yang menyatukan mereka, yakni Portugal.
Kenangan itulah yang menurutnya akan terus dibawa sepanjang hidup.
Dalam pesannya, Ronaldo juga mengingat masyarakat Portugal yang tinggal di berbagai belahan dunia. Ia menyadari bahwa pertandingan tim nasional bukan hanya tentang pemain yang berada di lapangan, tetapi juga tentang jutaan orang yang ikut merasakan kebanggaan dan emosi yang sama.
Ia ingin menyampaikan bahwa setiap gol, kemenangan, dan perjuangan bersama Portugal memiliki arti karena ada begitu banyak orang yang menjadi bagian dari perjalanan tersebut.
Terima Kasih untuk Keluarga dan Rekan Setim
Ronaldo tidak melupakan orang-orang yang berada di balik perjalanan panjangnya bersama Timnas Portugal.
Kepada rekan-rekan setim, ia mengucapkan terima kasih atas setiap perjuangan, pelukan, perdebatan, hingga momen kebersamaan sebelum memasuki lapangan.
Ia juga memberikan penghormatan kepada para pelatih, direktur, dokter, fisioterapis, pengurus perlengkapan, dan seluruh staf yang telah bekerja bersama tim nasional.
Menurutnya, banyak orang yang tidak selalu muncul dalam foto kemenangan, tetapi memiliki peran penting sehingga momen-momen tersebut dapat tercipta.
Ucapan terima kasih khusus juga disampaikan kepada keluarganya.
Ronaldo mengakui bahwa perjalanan membela negara membutuhkan pengorbanan, termasuk waktu bersama keluarga. Ada saat-saat ketika kewajiban bersama tim nasional mengambil sebagian waktu yang seharusnya menjadi milik orang-orang terdekatnya.
Ia merasa dapat mencapai titik tersebut karena dukungan dan kebersamaan keluarga yang selalu berjalan bersamanya.
Kepada generasi pemain Portugal berikutnya, Ronaldo juga menyampaikan harapan agar mereka berani bermimpi, tidak mudah menyerah, dan percaya bahwa mereka mampu mencapai sesuatu yang sebelumnya dianggap sulit.
23 Tahun, 234 Penampilan, dan 146 Gol untuk Portugal
Perpisahan Ronaldo sekaligus menutup salah satu perjalanan internasional paling panjang dan bersejarah dalam sepak bola.
Mengutip FIFA, pemain berusia 41 tahun tersebut mengakhiri kiprahnya bersama Portugal dengan catatan 234 penampilan dan 146 gol. Kedua angka itu merupakan rekor dunia untuk sepak bola internasional putra.
Ia juga menjadi pemain pertama yang mencetak gol dalam enam edisi Piala Dunia.
Dalam perjalanan tersebut, Ronaldo turut membawa Portugal meraih gelar Piala Eropa 2016 serta UEFA Nations League pada 2019 dan 2025.
Namun, dalam pesan perpisahannya, Ronaldo menegaskan bahwa perjalanan itu tidak semata-mata tentang pertandingan, gol, rekor, atau trofi.
Ada manusia, kenangan, kebersamaan, dan kebanggaan yang menurutnya jauh lebih berarti.
Pada bagian akhir video, Ronaldo menyampaikan bahwa perjalanannya di lapangan bersama Timnas Portugal telah selesai. Ia pergi dengan kepala tegak, bangga terhadap perjalanan yang telah dilalui, serta merasa telah memberikan segala kemampuan untuk negaranya.
Meski tak lagi bermain untuk Portugal, ia memastikan dukungannya tidak akan berhenti.
Ia akan tetap ikut merasakan kesedihan, kegembiraan, dan merayakan setiap kemenangan tim nasional tersebut.
Ronaldo kemudian mengungkapkan refleksi yang menjadi penutup emosional perpisahannya. Sepanjang hidup, ia bekerja keras untuk menjadi pemain terbaik dunia. Namun, kini ia menyadari bahwa kemenangan terbesarnya adalah mendapatkan kehormatan untuk mewakili negara yang dicintainya.
Ia berterima kasih atas 23 tahun kepercayaan dan kesempatan untuk menjalani mimpi yang bermula ketika dirinya masih menjadi seorang anak kecil di Madeira, berlari mengejar bola.
Seragam nomor 7 akan diteruskan kepada generasi berikutnya. Namun, kebanggaan karena pernah mengenakannya akan selalu menjadi bagian dari hidup Ronaldo.
“Portugal akan selalu ada dalam diriku. Selamanya.”
Kalimat itu menjadi pesan penutup yang menandai berakhirnya perjalanan Cristiano Ronaldo di lapangan bersama Timnas Portugal, tetapi bukan berakhirnya kecintaannya kepada negara tersebut.
Ronaldo masih akan melanjutkan karier sepak bola di level klub bersama Al Nassr. Dengan demikian, pengumuman ini merupakan perpisahan dari tim nasional, bukan keputusan untuk berhenti bermain sepak bola.













