DINEWS.ID – Harapan Indonesia untuk membawa pulang gelar dari Korea Open 2026 akhirnya pupus. Setelah Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi lebih dahulu tersingkir, Anthony Sinisuka Ginting juga harus mengakhiri perjuangannya di babak perempat final.
Kekalahan dua wakil terakhir Indonesia di sektor tunggal tersebut menjadi penutup perjalanan Merah Putih pada babak delapan besar turnamen BWF World Tour Super 500 yang berlangsung di Yeosu, Korea Selatan.
Anthony Ginting gagal melangkah ke semifinal setelah takluk dari tunggal putra Hong Kong, Jason Gunawan. Dalam pertandingan di Jinnam Stadium, Jumat (6/11/2026), Ginting harus mengakui keunggulan lawannya melalui pertarungan tiga gim.
Ginting sebenarnya sempat memberikan perlawanan ketat pada gim pertama. Kedua pemain terlibat kejar-mengejar angka sebelum akhirnya gim pembuka berhasil diamankan Ginting dengan skor 25-23.
Namun, keunggulan tersebut tidak mampu dipertahankan pada dua gim berikutnya. Jason Gunawan berhasil mengubah jalannya pertandingan dan mengambil alih kendali permainan.
Ginting kehilangan gim kedua dengan skor 11-21. Memasuki gim penentuan, pemain Indonesia itu kembali kesulitan mengimbangi permainan Jason hingga akhirnya menyerah 13-21.
Hasil tersebut memastikan Ginting gagal menyusul langkah para pemain yang telah lebih dahulu mengamankan tiket semifinal. Kekalahan ini sekaligus mengakhiri peluang Indonesia di sektor tunggal putra Korea Open 2026.
Dhinda Lebih Dahulu Terhenti dari Akane Yamaguchi
Sebelum Ginting, Ni Kadek Dhinda Amartya Pratiwi juga harus menerima hasil kurang menguntungkan pada pertandingan perempat final.
Tunggal putri Indonesia itu menghadapi unggulan kedua asal Jepang, Akane Yamaguchi. Menghadapi pemain berpengalaman tersebut, Dhinda belum berhasil mengembangkan permainan terbaiknya.
Pertandingan yang berlangsung di Jinnam Stadium itu berakhir dengan kemenangan dua gim langsung bagi Akane. Dhinda kalah dengan skor 13-21 dan 18-21.
Kekalahan tersebut membuat Dhinda gagal melanjutkan kejutan yang telah dibangunnya sejak babak kualifikasi.
Meski demikian, pencapaiannya menembus perempat final tetap menjadi catatan penting. Dhinda harus melewati sejumlah pertandingan sebelum akhirnya mencapai delapan besar, termasuk kemenangan atas rekan senegaranya, Thalita Ramadhani Wiryawan, pada babak 16 besar.
Dalam pertandingan tersebut, Dhinda menang melalui pertarungan tiga gim dengan skor 21-15, 17-21, dan 21-13.
Perjalanan itu menjadi pengalaman berharga bagi Dhinda, terlebih Korea Open merupakan turnamen dengan persaingan ketat di level Super 500.
Setelah menghadapi Akane, Dhinda juga mengakui masih ada sejumlah aspek yang perlu diperbaiki. Ia merasa kesulitan menghadapi tempo permainan cepat serta pengembalian bola lawannya yang memiliki jangkauan jauh.
Pengalaman melawan pemain papan atas seperti Akane menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kemampuan, terutama kekuatan dan daya tahan fisik.
Dengan demikian, meskipun gagal melangkah ke semifinal, keberhasilan Dhinda mencapai perempat final dari babak kualifikasi tetap menjadi pencapaian tersendiri dalam perjalanan kariernya.
Enam Wakil Indonesia Satu per Satu Tersingkir
Perjalanan Indonesia di Korea Open 2026 sebenarnya sempat menghadirkan harapan ketika enam wakil berhasil mencapai babak 16 besar.
Namun, persaingan di babak tersebut membuat sebagian besar pemain harus menghentikan langkah lebih awal.
Di sektor tunggal putra, Alwi Farhan tersingkir setelah kalah dari wakil Chinese Taipei, Wang Po-Wei, melalui pertandingan tiga gim dengan skor 21-17, 23-25, dan 15-21.
Sementara itu, Ginting sempat menjaga peluang Indonesia setelah mengalahkan wakil Hong Kong, Ng Ka Long Angus, pada babak 16 besar. Ia menang dua gim langsung dengan skor 21-15 dan 21-16 sebelum akhirnya terhenti di perempat final.
Pada sektor tunggal putri, Mutiara Ayu Puspitasari juga gagal melanjutkan perjalanan. Ia kalah dari Lin Hsiang Ti asal Chinese Taipei dengan skor 20-22, 21-19, dan 13-21.
Dhinda menjadi wakil tunggal putri Indonesia yang berhasil mencapai perempat final. Namun, langkahnya kemudian dihentikan Akane Yamaguchi.
Adapun di sektor ganda putri, pasangan Isyana Syahira Meida/Rinjani Kwinnara Nastine harus mengakui keunggulan pasangan Jepang, Rui Hirokami/Sayaka Hobara. Mereka kalah dalam pertandingan tiga gim dengan skor 15-21, 17-21, dan 15-21.
Dengan hasil tersebut, seluruh wakil Indonesia yang tersisa harus mengakhiri perjalanan sebelum memasuki babak semifinal.
Tanpa Gelar, tetapi Ada Catatan untuk Perjalanan Berikutnya
Korea Open 2026 memang berakhir tanpa gelar bagi Indonesia. Hasil ini menjadi catatan tersendiri bagi perjalanan para pemain Merah Putih di salah satu turnamen bergengsi dalam kalender BWF World Tour.
Bagi Ginting, kekalahan di perempat final menunjukkan bahwa persaingan menuju semifinal tidak mudah. Sempat mengamankan gim pertama dengan skor ketat, ia belum berhasil mempertahankan keunggulan hingga akhir pertandingan.
Sementara bagi Dhinda, keberhasilan mencapai delapan besar tetap menjadi pengalaman penting. Ia mendapatkan kesempatan menguji kemampuannya menghadapi salah satu pemain papan atas dunia.
Keduanya memang belum berhasil membawa Indonesia lebih jauh di turnamen kali ini. Namun, hasil pertandingan juga memberikan catatan evaluasi yang berbeda bagi masing-masing pemain.
Bagi para atlet, perjalanan dalam sebuah turnamen tidak selalu berakhir dengan gelar juara. Ada pertandingan yang menghasilkan kemenangan, ada pula kekalahan yang menjadi bahan pembelajaran untuk menghadapi kompetisi berikutnya.
Korea Open 2026 pun berakhir tanpa wakil Indonesia di semifinal. Meski demikian, perjalanan Dhinda hingga perempat final dan perjuangan Ginting dalam pertandingan ketat melawan Jason Gunawan tetap menjadi bagian dari catatan Indonesia di Yeosu.














Respon (1)