DINEWS.ID – Deretan lapak Pedagang Kaki Lima (PKL) yang menggunakan bahu Jalan Tentara Pelajar, Kota Bogor, mulai dikeluhkan pengguna jalan. Keberadaan gerobak hingga kendaraan roda empat yang digunakan untuk berjualan dinilai mengganggu kelancaran lalu lintas dan meningkatkan risiko kecelakaan.
Kondisi tersebut menjadi perhatian warga karena Jalan Tentara Pelajar merupakan salah satu jalur yang dilalui kendaraan dengan intensitas aktivitas cukup tinggi. Penggunaan bahu jalan untuk aktivitas perdagangan dikhawatirkan mempersempit ruang gerak kendaraan, terutama ketika arus lalu lintas sedang padat.
Berdasarkan pantauan dan keluhan warga, lapak pedagang terlihat memanjang mulai dari persimpangan lampu merah Manunggal hingga kawasan Warung Legok.
Jalan tersebut melintasi sejumlah kawasan, yakni Kelurahan Ciwaringin di Kecamatan Bogor Tengah serta Kedung Waringin dan Cimanggu di Kecamatan Tanah Sareal.
Salah seorang pengguna jalan asal Cimanggu, Wiwit, mengaku semakin resah dengan bertambahnya aktivitas pedagang di sepanjang tepi jalan tersebut.
Menurutnya, kondisi jalan yang sudah ramai kendaraan kini semakin terganggu oleh lapak-lapak yang menempati bahu jalan. Ia juga mengkhawatirkan potensi kecelakaan karena jalur tersebut merupakan akses yang biasa dilalui kendaraan dengan kecepatan relatif tinggi.
“Ini sudah kawasan padat kendaraan dan jalurnya juga cepat, tetapi sekarang dipenuhi pedagang yang berjualan di pinggir jalan. Selain menimbulkan kemacetan, kami juga waswas karena khawatir bisa mengakibatkan kecelakaan,” kata Wiwit, Rabu, 4 November 2026.
Kemacetan Kerap Terjadi pada Jam Sibuk
Wiwit menjelaskan, kepadatan lalu lintas di Jalan Tentara Pelajar semakin terasa pada waktu-waktu tertentu. Pada pagi hari, arus kendaraan meningkat seiring aktivitas masyarakat yang mengantar anak sekolah dan berangkat bekerja.
Sementara pada sore hari, kepadatan kembali terjadi ketika warga mulai pulang dari tempat kerja.
Keberadaan lapak PKL di tepi jalan dikhawatirkan memperburuk kondisi tersebut. Aktivitas perdagangan yang menggunakan ruang bahu jalan dinilai dapat mengurangi kenyamanan pengguna jalan, terutama saat volume kendaraan meningkat.
Kekhawatiran warga juga mengarah pada periode menjelang Ramadan. Menurut Wiwit, aktivitas masyarakat dan pasar kaget biasanya meningkat selama bulan puasa sehingga berpotensi menambah kepadatan di kawasan tersebut.
“Ini hari biasa saja sudah seperti ini, apalagi nanti saat bulan puasa. Biasanya sering terjadi kemacetan panjang di sini,” tambahnya.
Warga Minta Pemkot Bogor Segera Lakukan Penataan
Keluhan tersebut diharapkan menjadi perhatian Pemerintah Kota Bogor, khususnya Satpol PP dan instansi terkait yang memiliki kewenangan dalam pengawasan serta penataan kawasan.
Warga berharap persoalan PKL di Jalan Tentara Pelajar tidak hanya ditangani melalui penertiban sesaat. Mereka menginginkan solusi yang mampu mengatur aktivitas perdagangan sekaligus menjaga fungsi jalan sebagai fasilitas umum.
Penataan dinilai perlu mempertimbangkan kepentingan berbagai pihak. Para pedagang kecil tetap membutuhkan ruang untuk menjalankan kegiatan ekonomi, tetapi pengguna jalan juga memiliki hak untuk melintas dengan aman dan nyaman.
Karena itu, warga berharap pemerintah dapat menghadirkan pengaturan yang proporsional agar aktivitas perdagangan tidak mengganggu kelancaran lalu lintas maupun membahayakan keselamatan pengendara.
“Saya berharap Pemerintah Kota Bogor bisa memberikan solusi untuk persoalan ini, karena setiap hari kami melintasi jalan ini. Pengawasan dan penataan harus segera dilakukan,” pungkas Wiwit.
Hingga persoalan tersebut mendapat penanganan, warga berharap pengawasan di sepanjang Jalan Tentara Pelajar dapat menjadi perhatian agar fungsi jalan tetap terjaga dan aktivitas ekonomi masyarakat bisa berlangsung secara tertib. (Yis)













