Usai Geledah 13 Lokasi, Polisi Periksa 15 Saksi Kasus Korupsi Batu Bara dan ASABRI

IMG 20260709 WA0006 3371196800
Polisi Periksa 15 Saksi Dalam Kasus Korupsi Batu Bara dan ASABRI. Foto: Istimewa

DINEWS.IDPenyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Metro Jaya bersama Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri terus mengembangkan penyidikan dugaan korupsi yang berkaitan dengan proyek batu bara, PT ASABRI, dan PT Krakatau Steel. Hingga kini, sebanyak 15 saksi telah diperiksa, sementara penetapan tersangka disebut akan segera diumumkan.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Budi Hermanto mengatakan pemeriksaan terhadap para saksi merupakan bagian dari pendalaman kasus dugaan tindak pidana korupsi dan tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang tengah ditangani tim gabungan.

“15 saksi saat ini yang sudah dimintai keterangan,” kata Budi dalam konferensi pers di Mapolda Metro Jaya, Jumat (10/7).

Meski demikian, Budi memastikan belum ada tersangka yang diumumkan pada konferensi pers tersebut. Menurutnya, penyidik masih menyelesaikan proses pemberkasan sebelum mengungkap identitas pihak yang akan dimintai pertanggungjawaban hukum.

“Bukan malam ini, tetapi dalam waktu dekat kami akan menyampaikan terkait tersangka dalam perkara yang ditangani oleh joint investigation Kortastipidkor dan Polda Metro Jaya,” ujarnya.

Sebelumnya, tim gabungan melakukan penggeledahan di 13 lokasi yang tersebar di Jakarta hingga Sentul, Kabupaten Bogor, pada 8-9 Juli. Penggeledahan dilakukan dalam rangka penyidikan tiga perkara dugaan korupsi yang ditangani secara bersama.

Ketiga perkara tersebut meliputi dugaan korupsi pengadaan batu bara untuk PT PLN, dugaan korupsi dan TPPU terkait PT ASABRI periode 2020-2025, serta dugaan korupsi dalam penyelesaian utang PT CBS kepada PT KNI, anak usaha PT Krakatau Steel, pada periode 2020-2025.

Dalam penggeledahan itu, penyidik menyita sejumlah barang bukti berupa uang tunai dalam berbagai mata uang, termasuk dolar Amerika Serikat dan dolar Singapura, serta puluhan kilogram emas batangan yang kini tengah didalami keterkaitannya dengan perkara yang disidik.

Polisi menyatakan proses penyidikan masih terus berjalan dan tidak menutup kemungkinan adanya pemeriksaan terhadap saksi tambahan maupun penetapan tersangka dalam waktu dekat. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *