Dengan membaca bacaan yang bermanfaat, kata Yantie Rachim, secara otomatis isi bacaan akan masuk dan tersimpan ke dalam memori, sehingga nantinya bisa menjadi cerita untuk diceritakan kepada anak dan cucu.
Selain itu, kegiatan membaca diharapkan dapat ditularkan kepada anak, keluarga, teman, hingga masyarakat.

“Apalagi ibu-ibu PKK yang memang dekat dengan masyarakat. Harus bisa mengalokasikan waktu untuk membaca Al-Qur’an maupun buku apa pun, sehingga bisa memberikan dampak positif,” ungkap Yantie Rachim.
Selain membaca, Yantie Rachim juga menekankan pentingnya menulis, karena selain menjadi ruang ekspresi untuk menyalurkan kondisi emosional, kegiatan menulis juga dapat menjadi sarana evaluasi diri ketika membaca kembali tulisan-tulisan yang pernah dibuat, yang berisi nilai-nilai kehidupan, pengalaman, dan kebijaksanaan yang berguna bagi generasi berikutnya.
/***
Editor: YB













