DINEWS.ID – Ikatan Guru Anak Istimewa (KAGUME) sukses menyelenggarakan acara BISIK (Bincang Asik KAGUME) bertempat di Sarang Elang, Komplek Al Khasanah, Tanah Baru, Bogor Utara, pada Sabtu (11/7).
Fokus utama dalam diskusi kali ini adalah membahas urgensi integrasi sensori motor untuk memaksimalkan fokus serta daya ingat bagi anak-anak berkebutuhan khusus (ABK).
Ketua KAGUME, Ari Hakiki, menjelaskan bahwa forum ini sengaja dirancang sebagai sarana edukasi bagi para pengajar, orang tua, hingga praktisi pendidikan inklusi guna memperdalam wawasan dalam menangani anak-anak yang memiliki kebutuhan khusus.
”Kegiatan BISIK ini merupakan bagian dari upaya KAGUME untuk meningkatkan kapasitas guru, guru pendamping khusus, orang tua, dan seluruh pihak yang peduli terhadap pendidikan inklusif. Harapannya, ilmu yang diperoleh dapat diterapkan secara langsung dalam proses pendampingan anak,” ujarnya.
Dalam sesi tersebut, hadir narasumber kinesiolog Prima Alamanda yang mengupas tuntas keterkaitan antara integrasi sensori motor dengan kemampuan kognitif dan kesiapan belajar anak. Selain teori, para peserta juga mendapatkan panduan praktik stimulasi yang aplikatif untuk dilakukan baik di lingkungan sekolah maupun di kediaman masing-masing.
Tercatat sebanyak 62 orang berpartisipasi dalam agenda ini, yang meliputi guru sekolah inklusi, pendamping khusus, hingga para orang tua yang aktif berdiskusi mengenai berbagai tantangan mendampingi anak berkebutuhan khusus.
Menutup rangkaian acara, Ari menegaskan bahwa sinergi antara pihak keluarga, institusi pendidikan, dan komunitas adalah pondasi utama dalam menciptakan ekosistem belajar yang ramah bagi setiap anak.
”KAGUME akan terus menghadirkan ruang belajar bersama seperti BISIK sebagai bentuk komitmen memperkuat pendidikan yang inklusif, adaptif, dan berpihak pada kebutuhan setiap anak,” pungkasnya. (Yis)







