Target Retribusi Parkir Kota Bogor Rp4 Miliar, DPRD Soroti Dugaan Kebocoran dan Lemahnya Pengawasan

Achmad Rifki Alaydrus
Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor, Fraksi PAN, Achmad Rifki Alaydrus. Foto: Istimewa.

DINEWS.ID – Anggota Komisi II DPRD Kota Bogor dari Fraksi PAN, Achmad Rifki Alaydrus, menyoroti capaian retribusi parkir on street yang dinilai masih jauh dari target. Menurutnya, apabila target pendapatan parkir tahun 2026 sebesar Rp4 miliar, namun hingga pertengahan tahun realisasinya baru sekitar Rp1 miliar, maka terdapat indikasi kebocoran yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Kalau target tahun ini Rp4 miliar, sementara pendapatan sampai setengah tahun baru Rp1 miliar, berarti ada indikasi kebocoran dan pengawasan dari OPD yang bertanggung jawab dalam pengelolaan parkir on street belum maksimal,” kata Rifki.

Ia menegaskan, Komisi II DPRD Kota Bogor akan terus mendorong peningkatan pengawasan melalui inspeksi mendadak (sidak) ke lapangan serta koordinasi dengan Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Kota Bogor.

“Kami akan mengupayakan sidak lapangan lagi dan berkoordinasi dengan Bapenda. Jika memungkinkan, Komisi II juga akan turut hadir dalam pembahasan dan pengawasan terkait pengelolaan parkir,” ujarnya.

A. Rifki Alaydrus 1

Rifki menilai peningkatan pendapatan daerah dari sektor parkir membutuhkan kerja sama seluruh pihak. Menurutnya, potensi kebocoran masih cukup besar karena sistem pengawasan yang berjalan saat ini belum optimal dan sebagian besar masih dilakukan secara manual.

“Untuk meningkatkan pendapatan harus ada kerja keras bersama. Indikasi kebocoran pasti ada karena pengawasannya belum optimal dan masih manual,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Bogor, Sujatmiko Baliarto, mengatakan saat ini pihaknya tengah melakukan inventarisasi secara menyeluruh terhadap potensi pendapatan parkir di sejumlah titik yang dikelola.

Sujatmiko B

“Saat ini sedang dilakukan inventarisasi menyeluruh terkait potensi yang ada. Namun untuk data yang lebih rinci dan teknis bisa dijelaskan langsung oleh Kasi Parkir,” katanya.

Hingga berita ini diturunkan, Kepala Seksi Parkir Dinas Perhubungan Kota Bogor, Burhan, belum memberikan tanggapan saat dikonfirmasi.

Di sisi lain, Kepala Bapenda Kota Bogor, Abdul Wahid, mengakui bahwa capaian retribusi parkir saat ini masih belum ideal jika dibandingkan dengan potensi yang dimiliki Kota Bogor.

“Kalau idealnya tentu lebih besar dari capaian saat ini. Angka pastinya belum bisa saya sampaikan, tetapi jika melihat potensi, nilainya sangat besar karena zona parkir on street di Kota Bogor cukup banyak,” ujarnya.

IMG 20260604 WA0007 2079458185

Menurut Abdul Wahid, Bapenda dalam waktu dekat akan mengundang Dinas Perhubungan untuk membahas optimalisasi retribusi parkir sebagai salah satu sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD).

“Karena itu minggu ini kami akan mengundang Dishub untuk membahas retribusi parkir dan upaya peningkatan pendapatan daerah dari sektor tersebut,” pungkasnya. (Red)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *