Sementara pihak sekolah merasa telah mengakui, membenarkan adanya insiden itu dan tidak menutup-nutupi kejadian yang sebenarnya, bahkan telah menonaktifkan oknum Guru H tersebut hingga waktu yang tidak ditentukan.
“Ada kesan seolah-olah kita menutup-nutupi, padahal saya tidak menutup-nutupi. Setelah saya tau kejadian yang sebenarnya, saya akui guru kami ada kesalahan,” tuturnya.
“Walaupun ini selama 15 tahun saya jadi kepala sekolah, ini merupakan insiden pertama buat saya. Saya merasa kaget, dan saya sampaikan permohonan maaf saya,” tambahnya.
Selama 24 tahun menjadi guru dan 15 tahun di antaranya menjadi kepala sekolah, Dede mengklaim sekolahnya tidak pernah terlibat dengan masalah apa pun, baik itu tawuran atau pun insiden lainnya. Bahkan belum lama ini, sekolahnya baru saja menerima penghargaan.
“Saya juga tidak merasa menyarankan murid itu pindah sekolah, sebab murid itu mengaku masih betah di sekolah ini. Namun jika orang tuanya menginginkan anaknya tersebut pindah sekolah, saya hanya mempersilahkan mengajukan surat permohonan pindah,” ungkapnya.













