Daerah  

Soal Dugaan Kasus Penganiayaan, Kepala Sekolah SMP PGRI 11 Kota Bogor, Dede Wahyu Angkat Bicara

Penganiayaan
Soal Dugaan Kasus Penganiayaan, Kepala Sekolah SMP PGRI 11 Kota Bogor, Dede Wahyu Angkat Bicara. Foto: DINEWS.ID.

“Berangkatlah rombongan guru itu termasuk Guru H yang kontak fisik, ke rumah orang tua murid dan terjadilah komunikasi,” tambahnya.

Kepala Sekolah SMP PGRI 11, Dede Wahyu mengaku masih belum mengetahui kronologis kejadian yang sebenarnya. Esok harinya, yakni Selasa, 22 Oktober 2024, ia mulai menggali informasi melalui pihak guru dan dari murid-murid yang melihat kejadian tersebut.

Setelah mendapatkan informasi yang sebenarnya dari saksi-saksi yang melihat kejadian, Dede tidak membantah. Ia membenarkan bahwa telah terjadi pelanggaran berat dan tindakan berlebihan, yang dilakukan oknum guru pembimbing tersebut, sehingga menyebabkan luka lebam di bagian wajah sang murid.

“Hari Rabunya, 23 Oktober 2024, saya kumpul dengan dewan guru. Dan setelah dipastikan bahwa benar ada pelanggaran berat yang telah dilakukan oleh Guru H, demi kondusifitas kami mengambil keputusan untuk menonaktifkan guru tersebut hingga waktu yang tidak ditentukan,” tutur Dede.

Tak sampai di situ. Pada hari Kamis, 24 Oktober 2024 lalu, Dede juga berupaya untuk mengutus pihak guru sebagai perwakilannya, untuk mencari informasi dan berkomunikasi dengan orang tua murid korban MLI (14). “Ternyata, pihak orang tua korban telah melaporkan kejadian tersebut ke pihak Polresta Bogor Kota,” katanya.

Orang tua korban yang merasa ada yang ditutup-tutupi, mendatangi Sekolah SMP PGRI 11 pada hari Sabtu, 26 Oktober 2024 lalu, untuk meminta klarifikasi pihak sekolah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *