DINEWS.ID – Dalam rangka memperingati Hari Jadi Bogor ke-544, Komunitas Seni Berbagi Indonesia (SeBa) bersama Saka Jiwa Khatulistiwa, Layung Jagat, dan Bentala House Project menggelar Ruang Riung Reang Karinding #2 pada 30–31 Mei 2026 di Lingkung Gunung Camp Pancawati, Desa Cimande, Kecamatan Caringin, Kabupaten Bogor.
Kegiatan budaya berbasis alam terbuka ini menjadi ajang silaturahmi lintas komunitas sekaligus ruang pelestarian seni tradisi Sunda melalui karinding, alat musik tradisional yang memiliki nilai sejarah, filosofi, dan identitas budaya yang kuat. Setelah sukses diselenggarakan pada tahun 2023 di Ciampea, Kabupaten Bogor, Ruang Riung Reang Karinding kembali hadir dengan konsep yang lebih luas dan kolaboratif.
Berlokasi di kawasan sejuk lereng barat Gunung Gede Pangrango, acara ini mengusung konsep outdoor camping dan ruang budaya alam terbuka yang memadukan eksplorasi seni, edukasi budaya, pelestarian lingkungan, hingga penguatan ekonomi kreatif berbasis UMKM budaya.
Tujuh Agenda Utama Ruang Riung Reang Karinding #2
Panitia menyiapkan tujuh agenda utama yang menjadi fondasi kegiatan, yaitu:
- Silaturahmi Budaya
- Pengembangan Eksplorasi Bunyi dan Rasa
- Pelestarian Tradisi
- Pengembangan Seni Tradisi dan Inovasi Kreatif
- Pameran UMKM Budaya
- Wisata Edukasi Budaya bagi Pelajar
- Penanaman Pohon Bambu dan Aren
Melalui rangkaian kegiatan tersebut, peserta diajak untuk tidak hanya menikmati pertunjukan seni, tetapi juga memahami nilai-nilai budaya dan pentingnya menjaga keseimbangan alam.
Ragam Pertunjukan Seni Tradisi dan Aktivitas Interaktif
Ruang Riung Reang Karinding #2 menghadirkan berbagai pertunjukan seni dan aktivitas budaya yang melibatkan seniman, komunitas, pelajar, hingga masyarakat umum. Beberapa di antaranya meliputi:
- Permainan Karinding
- Pertunjukan Angklung
- Pencak Silat Tradisi Cimande
- Musikalisasi Puisi
- Tari Kontemporer
- Teater
- Performance Art
- Diskusi Budaya
- Jam Session Lintas Komunitas
- Pameran Produk UMKM Budaya
Kegiatan ini diharapkan menjadi ruang ekspresi kreatif sekaligus sarana regenerasi bagi pelaku seni tradisi di Bogor Raya.
Menjadi Ruang Kolaborasi Budaya Bogor Raya

Ketua Pelaksana, Mang Bojay, mengatakan bahwa kegiatan ini dirancang sebagai ruang pertemuan berbagai elemen masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kebudayaan.
“Ruang Riung Reang Karinding kami hadirkan sebagai ruang temu antar komunitas, ruang belajar lintas generasi, serta ruang bersama untuk menjaga tradisi agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman,” ujarnya.
Senada dengan itu, Jurasep menilai kegiatan budaya berbasis alam seperti ini memiliki nilai strategis dalam mempertemukan berbagai unsur penting dalam kehidupan masyarakat.
“Kegiatan seperti ini sangat penting karena mampu mempertemukan unsur seni, alam, pendidikan, dan nilai kebersamaan dalam satu peristiwa budaya,” tambahnya.
Sementara itu, Ki Ahung yang pernah mengikuti penyelenggaraan sebelumnya mengungkapkan kesan positifnya terhadap kegiatan tersebut.
“Kami merasakan suasana yang hangat, akrab, dan penuh inspirasi. Bukan hanya acara seni, tetapi juga tempat bertumbuhnya jejaring antar komunitas,” pungkas Ki Ahung.
Memperkuat Identitas Budaya Lokal dan Kepedulian Lingkungan
Selain menjadi wadah pelestarian seni tradisi, Ruang Riung Reang Karinding #2 juga membawa pesan penting mengenai kepedulian lingkungan melalui kegiatan penanaman bambu dan aren. Kedua jenis tanaman tersebut memiliki keterkaitan erat dengan kehidupan masyarakat Sunda, termasuk sebagai bahan utama pembuatan karinding.
Melalui kegiatan ini, seni tradisi tidak hanya dipertahankan sebagai warisan budaya masa lalu, tetapi juga dikembangkan sebagai sumber inspirasi yang relevan bagi generasi muda di era modern.
Kehadiran komunitas budaya, pelaku UMKM, pegiat lingkungan, pelajar, akademisi, pemerintah, hingga masyarakat umum diharapkan mampu menciptakan sinergi baru dalam membangun ekosistem kebudayaan yang sehat, inklusif, dan berkelanjutan di Bogor Raya.
Daftar Pengisi Acara

Sejumlah kelompok seni tradisi dan komunitas budaya akan tampil dalam kegiatan ini, antara lain:
- Karinding Attack (Bandung) – Bintang Tamu
- Karasukan (Sukabumi) – Bintang Tamu
- Sundapa (Tasikmalaya) – Bintang Tamu
- Tulang Bajing
- Kebon Awi
- SMA Negeri 7 Kota Bogor
- Bilik Jasinga
- Bogor Wanita Berkebaya
- Gemadah
- Sams Souci Disabilitas Art Center Bogor
- Baraya Oces
- Saka Jiwa Khatulistiwa
- Layung Jagat
Dukungan Berbagai Pihak
Kegiatan ini mendapat dukungan dari berbagai lembaga dan komunitas, di antaranya:
- Kementerian Kebudayaan RI
- Dinas Kebudayaan Kabupaten Bogor
- Ikatan Dukun Nusantara
- Lingkung Gunung Camp
- HMII Bogor
- Bogor Wanita Berkebaya
- Majelis Sebatin Bogor
- Kopi Petualang Citeureup
- Kopi Kacamata Bah Sipit
- Saung Jurasep
- Pa Eko Budi Luhur
- Ernain
- Arman
Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian budaya, Ruang Riung Reang Karinding #2 diharapkan menjadi momentum penting dalam memperkuat identitas budaya Sunda, memperluas jaringan komunitas, serta menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga warisan budaya dan lingkungan secara berkelanjutan. /***
Editor: YB













