DINEWS.ID – Presiden Ketujuh Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dijadwalkan kembali melakukan kunjungan langsung ke sejumlah daerah di Indonesia setelah kondisi kesehatannya berangsur pulih.
Provinsi Lampung menjadi daerah pertama yang akan dikunjungi Jokowi pada akhir Juni 2026 mendatang. Kunjungan tersebut direncanakan berlangsung selama tiga hingga empat hari dan akan dilanjutkan ke sejumlah provinsi lainnya.
Ketua Umum relawan Brigade Rakyat Nusantara (BRN), Relly Reagen, mengatakan kunjungan tersebut menjadi momentum silaturahmi Jokowi dengan masyarakat di daerah.
“Rencananya kunjungan pertama Bapak ke Lampung selama tiga sampai empat hari, kemudian dilanjutkan ke provinsi lainnya,” ujar Relly usai bertemu Jokowi di kediamannya di Sumber, Solo, Jawa Tengah, Kamis (28/5/2026).
Selama berada di Lampung, Jokowi dijadwalkan menghadiri berbagai kegiatan bersama masyarakat, relawan, tokoh budaya, tokoh agama, hingga pelaku usaha. Selain itu, Jokowi juga akan mengikuti agenda karnaval budaya yang disiapkan sebagai bagian dari rangkaian kegiatan.
Relly menyebut konsep kegiatan tersebut mengadopsi semangat kebersamaan seperti pada kirab budaya yang pernah digelar di Tegal beberapa waktu lalu.
“Kegiatan nanti akan dikemas lebih meriah dengan konsep kebudayaan dan kebersamaan masyarakat,” katanya.
Sementara itu, Pembina BRN Bustami Zainudin menyampaikan bahwa antusiasme masyarakat Lampung untuk bertemu langsung dengan Jokowi sangat tinggi.
“Masyarakat Lampung banyak yang berharap Bapak Jokowi bisa hadir langsung di tengah mereka, dan kami memfasilitasi keinginan tersebut,” ujar Bustami.
Menurutnya, masyarakat Lampung merasakan langsung berbagai manfaat pembangunan selama masa kepemimpinan Jokowi, khususnya di bidang infrastruktur dan ketahanan pangan.
“Pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera memberikan dampak besar bagi Lampung. Selain itu, pembangunan bendungan juga sangat mendukung sektor pertanian dan ketahanan pangan masyarakat,” tambahnya.
Kunjungan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan antara Jokowi dan masyarakat di berbagai daerah serta menjadi ruang silaturahmi kebangsaan bersama relawan dan elemen masyarakat lainnya. (*)













