Pulau Christmas Diselimuti Jutaan Kepiting Merah

kepiting merah
Jutaan kepiting merah ( Gecarcoidea natalis ) bermigrasi dari hutan menuju pesisir untuk bertelur. Foto : Reddit.

DINEWS.ID – Fenomena alam tahunan kembali terjadi di Pulau Christmas. Jutaan kepiting merah ( Gecarcoidea natalis ) bermigrasi dari hutan menuju pesisir untuk bertelur, mengubah jalanan pulau menjadi pemandangan menyerupai “karpet merah hidup”.

Pengelola Taman Nasional Pulau Christmas, Alexia Jankowski, mengonfirmasi pada 23 Oktober 2025 bahwa sekitar 200 juta kepiting merah hidup di pulau yang terletak di antara daratan Australia dan Pulau Jawa, Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar 100 juta kepiting diperkirakan bermigrasi ke pantai tahun ini untuk berkembang biak.

Migrasi massal tersebut dipicu oleh turunnya hujan musim panas pertama di Belahan Bumi Selatan pada akhir pekan lalu. Kepiting merah biasanya bersembunyi di siang hari dan bergerak pada pagi serta sore hari, melintasi hutan, kebun, hingga jalan raya. Sekitar 1.200 penduduk pulau berupaya menyesuaikan aktivitas mereka, bahkan menutup sejumlah jalan untuk melindungi jalur migrasi kepiting.

Menurut data Christmas Island National Park (CINP), pergerakan kepiting biasanya dimulai pada Oktober atau November, namun kadang mundur hingga Desember atau Januari. Kepiting jantan memimpin perjalanan menuju pantai, diikuti betina. Setelah tiba, jantan menggali liang tempat betina bertelur dan mengerami selama sekitar dua minggu. Setiap betina dapat menghasilkan hingga 100.000 telur, yang diperkirakan dilepaskan ke laut pada 14–15 November.

Larva kepiting yang menetas berubah menjadi bentuk kecil menyerupai udang bernama megalopae dan berkumpul di kolam pasang surut sebelum menjadi kepiting muda. Kepiting kecil berukuran sekitar lima milimeter itu menempuh perjalanan kembali ke daratan dan bersembunyi di hutan selama tiga tahun pertama kehidupannya.

Hanya sebagian kecil larva yang bertahan hidup, karena banyak dimangsa ikan kecil, pari manta, dan hiu paus di sekitar pulau. Namun, populasi kepiting merah tetap terjaga. Sejak awal 2000-an, jumlahnya bahkan hampir dua kali lipat setelah diperkenalkannya mikroba alami yang menekan populasi semut gila kuning, predator utama spesies ini.

Fenomena migrasi kepiting merah kini menjadi ikon ekowisata Pulau Christmas dan menarik wisatawan, peneliti, serta pecinta alam dari berbagai negara setiap tahun. *

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *