DINEWS.ID – Pemerintah Kota Bogor melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai memasuki tahap konstruksi fisik penataan kawasan Lawang Batutulis di Kecamatan Bogor Selatan. Proyek strategis ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam menghadirkan kawasan cagar budaya yang lebih aman, tertata, dan menarik sebagai destinasi wisata sejarah Kota Bogor.
Seiring dimulainya pekerjaan konstruksi, akses sementara di Jalan Saleh Danasasmita ditutup secara total untuk mendukung kelancaran pekerjaan sekaligus menjamin keselamatan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung.
Kepala Dinas PUPR Kota Bogor, Juniarti Estiningsih, menjelaskan bahwa kebijakan penutupan akses dilakukan berdasarkan pertimbangan teknis dan aspek keselamatan pengguna jalan.
Menurutnya, akses jalan sementara yang sebelumnya dibuka secara swadaya oleh masyarakat belum memenuhi standar keamanan karena masih terdapat titik longsor yang belum ditangani secara menyeluruh oleh Balai Teknik Perkeretaapian (BTP).
“Akses jalan sementara tersebut sebetulnya kemarin dibuka langsung secara swadaya oleh masyarakat. Namun, jika ditinjau dari segmen keamanan, jalur tersebut secara teknis belum layak dan belum memenuhi standar keselamatan. Hal ini dikarenakan titik longsor yang ada di area tersebut belum diperbaiki secara menyeluruh oleh Balai Teknik Perkeretaapian,” ujar Juniarti.
Ia menjelaskan, penataan kawasan Lawang Batutulis dirancang untuk mengembalikan fungsi area bekas lintasan kereta sementara menjadi Ruang Terbuka Hijau (RTH) yang terintegrasi dengan jalur pedestrian dan fasilitas publik yang ramah bagi masyarakat.
Dalam pelaksanaannya, pembangunan akan mencakup sejumlah pekerjaan utama, mulai dari pembangunan ikon Lawang Batutulis, penataan taman, pembangunan trotoar, hingga peningkatan kualitas kawasan secara menyeluruh sehingga menjadi ruang publik yang estetis sekaligus mendukung pengembangan wisata sejarah Kota Bogor.
Penanggung Jawab Pelaksana Kontraktor, Haryono, mengatakan bahwa proyek ini ditargetkan selesai pada Oktober 2026 sesuai masa kontrak pekerjaan selama lima bulan.
Untuk mengejar target tersebut, pelaksanaan konstruksi dilakukan secara paralel di beberapa titik pekerjaan sekaligus.
“Saat ini kami sedang melakukan penggalian untuk pembuatan Dinding Penahan Tanah (DPT) dan sistem drainase, sementara di sisi lain tim juga bekerja agar jalannya bisa terhubung ke area bawah yang terintegrasi dengan taman. Setelah area ini ditutup, kami akan memasang pagar pengaman proyek untuk memastikan keselamatan masyarakat selama proses pembangunan berlangsung,” jelas Haryono.
Selain fokus pada pembangunan kawasan di bagian atas, Pemerintah Kota Bogor juga terus berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan melalui Direktorat Jenderal Perkeretaapian untuk memastikan penguatan struktur underpass yang berada di bawah area proyek.
Langkah tersebut dilakukan sebagai bagian dari komitmen pemerintah dalam menjamin keamanan dan keberlanjutan infrastruktur kawasan secara menyeluruh.
Dinas PUPR Kota Bogor bersama Balai Teknik Perkeretaapian Jawa Barat juga terus melakukan koordinasi teknis secara berkala guna memastikan seluruh pekerjaan dapat berjalan sesuai standar keselamatan dan kualitas yang telah ditetapkan.
Melalui penataan kawasan Lawang Batutulis ini, Pemerintah Kota Bogor berharap dapat menghadirkan ruang publik yang lebih representatif, meningkatkan kenyamanan masyarakat, serta memperkuat daya tarik wisata sejarah dan budaya di Kota Bogor. (*)













