“Memang banyak problem di lapangan, utamanya urusan pembebasan lahan, pembebesan tanah. Dan kita berada di terowongan kembar, twin tunnel, yang panjangnya ini. Di seluruh Indonesia tidak ada. Jalan tol yang melewati dua terowongan seperti yang kita lihat pagi ini,” terangnya.
“Pembangunan Jalan Tol Cisumdawu sepanjang 61,6 km ini menghabiskan anggaran Rp18,3 triliun, yang dari pemerintah Rp9,07 triliun, sisanya dari KPBU dari swasta,” tuntasnya.
Sementara, melansir situs resmi Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Tol Cisumdawu terdiri dari 6 seksi. Dari keenam seksi, Seksi 1 dan 2 dikerjakan oleh pemerintah dan Seksi 3-6 dikerjakan oleh PT Citra Karya Jabar Tol (CKJT).
Sejatinya, Seksi 1 Cileunyi-Pamulihan sepanjang 11,45 km sudah beroperasi sejak Januari 2022. Bahkan, Seksi 2 Pamulihan-Sumedang (17,05 km) dan Seksi 3 Sumedang-Cimalaka (4,05 km) beroperasi sejak Desember 2022 di masa libur Natal dan Tahun Baru (Nataru). *













