DINEWS.ID – Dedie A. Rachim meninjau langsung aliran Kali Cibala di kawasan Jalan PLN–Jalan Tumenggung Wiradireja, Kecamatan Bogor Utara, Kota Bogor, Selasa (5/5/2026). Langkah ini dilakukan sebagai respons terhadap curah hujan ekstrem yang memicu potensi banjir dan genangan di sejumlah wilayah.
Peninjauan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota Bogor, aparatur wilayah, serta PLN. Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor saat ini tengah merumuskan solusi konkret untuk mengantisipasi banjir lintasan akibat peningkatan debit air.
Dedie mengungkapkan bahwa intensitas hujan di Bogor kini jauh berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Curah hujan bahkan tercatat mencapai 120 milimeter, yang dinilai sebagai kondisi ekstrem.
“Hujan yang sekarang ini agak berbeda, curah hujannya berbeda, intensitasnya berbeda. Bukan hanya global warming, tapi ini sudah climate disaster, bukan hanya climate change lagi. Kita sebagai manusia yang berakhlak, berbudi luhur, punya akal dan budi, tentu harus introspeksi, bahwa ternyata perilaku kita juga berkontribusi terhadap perubahan alam ini,” ucap Dedie Rachim, Selasa (5/5/2026).
Penyebab Banjir: Penyempitan Aliran dan Sampah
Dari hasil inspeksi lapangan, ditemukan sejumlah faktor utama penyebab banjir di Kali Cibala, antara lain:
- Penyempitan aliran sungai akibat bangunan di bantaran
- Tumpukan sampah seperti plastik, styrofoam, hingga perabot rumah tangga
- Debit air tinggi dari wilayah hulu seperti Sentul dan Babakan Madang
Dedie menyoroti rendahnya kesadaran sebagian masyarakat dalam menjaga lingkungan, terutama terkait kebiasaan membuang sampah ke sungai.
“Kalau manusia yang berpikir, masa karpet, sofa dibuang ke saluran air? Bagaimana tidak menyumbat? Jadi tolong ada kesadaran dari kita semua untuk mengubah perilaku dan menjadikan alam lebih lestari. Kita mencintai alam, insyaallah alam juga mencintai kita,” tegasnya.
Solusi Pemkot Bogor: Normalisasi dan Kolaborasi
Sebagai langkah penanganan banjir di Kota Bogor, Pemkot menyiapkan sejumlah strategi, di antaranya:
- Pelebaran dan normalisasi aliran Kali Cibala
- Penertiban bangunan yang mempersempit sungai
- Peningkatan kapasitas infrastruktur jembatan
- Edukasi masyarakat terkait pengelolaan sampah
Beberapa warga bahkan telah menyatakan kesediaannya untuk memundurkan bangunan demi memperlancar aliran air.
PLN Siap Dukung Penanganan Banjir
Pihak PLN memastikan kesiapan untuk bersinergi dengan Pemkot Bogor. Manajer PLN Bogor, Gumelar, menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan survei teknis di lokasi.
“Kami sudah melakukan survei, kemudian akan ditindaklanjuti dengan pengusulan anggaran. Sehingga ketika Pemerintah Kota Bogor mulai meninggikan jembatan, kami juga bisa bersinergi melalui penyesuaian ketinggian kabel,” ujarnya.
Antisipasi Banjir di Tengah Cuaca Ekstrem
Pemkot Bogor menegaskan bahwa langkah-langkah prioritas akan segera direalisasikan pada 2026 sebagai respons terhadap cuaca ekstrem yang semakin sering terjadi. Kolaborasi lintas sektor dan perubahan perilaku masyarakat dinilai menjadi kunci utama dalam mengurangi risiko banjir di masa depan.
/***













