Tujuh Hari Terjebak di Celah Es, Pemandu Nepal Gunung Everest Berhasil Diselamatkan

images 1
Pendaki Gunung Everest. Foto: Ilustrasi/Istimewa.

DINEWS.ID – Seorang pemandu pendakian asal Nepal, Dawa Sherpa, berhasil bertahan hidup selama hampir sepekan di kawasan Gunung Everest setelah terjebak di celah es dan kehilangan pasokan oksigen. Dawa akhirnya ditemukan dalam keadaan selamat dan berhasil dievakuasi untuk mendapatkan perawatan medis.

Menurut keterangan Dawa, ia bertahan hidup dengan mengunyah es dan mengonsumsi cokelat yang ditemukan di saku jaketnya setelah kehabisan persediaan makanan dan oksigen saat berada di jalur pendakian Everest.

“Saat oksigen habis, saya tidak bisa berjalan. Saya tidak makan apa pun selama dua hari pertama,” ujar Dawa dalam keterangannya.

Ia mengaku mulai mengunyah es untuk mempertahankan kondisi tubuh meskipun menyebabkan rasa sakit pada giginya. Di tengah kondisi yang sulit, ia menemukan beberapa potong cokelat dan memanfaatkan air dari es yang mencair sebagai sumber cairan.

Berdasarkan informasi dari rekan-rekannya, Dawa diduga terjatuh ke dalam celah es saat berusaha menuruni gunung. Selama dua hari, ia terjebak tanpa dapat menemukan jalan keluar. Harapan muncul ketika longsoran salju masuk ke dalam celah tersebut dan memungkinkan dirinya menemukan akses untuk keluar serta mencapai tali pengaman yang membantunya melanjutkan perjalanan turun.

Dawa terakhir kali terlihat menuruni Everest sekitar 29 Mei. Namun, ia tidak kunjung tiba di base camp sehingga memunculkan kekhawatiran dari keluarga dan rekan-rekannya.

Enam hari kemudian, tepatnya pada 4 Juni pagi, Dawa ditemukan oleh tim yang sedang melakukan kegiatan pembersihan jalur pendakian di sekitar Air Terjun Es Khumbu. Saat ditemukan, ia masih berupaya menuruni gunung dalam kondisi lemah.

Tim penyelamat segera mengevakuasi Dawa ke lokasi yang aman, memberikan makanan dan minuman, serta membawanya ke rumah sakit di Kathmandu untuk mendapatkan penanganan medis intensif.

Keluarga Dawa mengaku sempat kehilangan harapan setelah tidak ada kabar selama beberapa hari. Kabar penyelamatan yang diterima pada awalnya bahkan sulit dipercaya.

“Kami meminta foto-foto untuk memastikan bahwa itu benar-benar ayah kami. Setelah melihatnya, kami akhirnya yakin dan sangat bahagia,” ujar putranya, Mendo Lhamu Sherpa.

Tim yang menemukan Dawa merupakan bagian dari Komite Pengendalian Polusi Sagarmatha, organisasi yang setiap musim pendakian bertugas memasang tangga dan tali pengaman di jalur Everest serta membersihkan area gunung setelah musim pendakian berakhir.

Peristiwa ini menjadi pengingat akan tingginya risiko aktivitas pendakian di Everest sekaligus menunjukkan pentingnya kesiapsiagaan, solidaritas, dan upaya keselamatan di lingkungan pegunungan ekstrem. (Red/***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *