DINEWS.ID – Perubahan fisik dan emosional tidak hanya terjadi pada masa remaja. Seiring bertambahnya usia, pria juga dapat mengalami fase perubahan hormon yang dikenal sebagai andropause, yaitu kondisi penurunan kadar testosteron secara bertahap yang umumnya mulai terjadi setelah usia 30 tahun.
Meski kerap disebut sebagai “puber kedua”, andropause merupakan proses biologis alami yang dapat memengaruhi kesehatan fisik, mental, dan kualitas hidup pria jika tidak dikenali dengan baik.
Para ahli menjelaskan bahwa kadar testosteron pada pria dapat menurun sekitar satu persen setiap tahun setelah memasuki usia 30 tahun. Hormon ini memiliki peran penting dalam menjaga energi, massa otot, fungsi seksual, kesehatan tulang, hingga keseimbangan suasana hati.
Karena terjadi secara perlahan, banyak pria tidak menyadari perubahan yang sedang berlangsung. Beberapa gejala yang umum dialami antara lain mudah lelah, berkurangnya massa otot, peningkatan lemak tubuh terutama di area perut, gangguan tidur, perubahan suasana hati, hingga menurunnya gairah seksual.
Selain itu, sebagian pria juga mengalami kesulitan berkonsentrasi, mudah lupa, dan penurunan produktivitas akibat perubahan hormonal yang memengaruhi fungsi kognitif.
Penurunan testosteron tidak hanya berdampak pada kondisi sehari-hari, tetapi juga dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan. Beberapa di antaranya adalah penyakit kardiovaskular, tekanan darah tinggi, osteoporosis, obesitas, serta diabetes tipe 2 yang berkaitan dengan resistensi insulin.
Meskipun merupakan bagian dari proses penuaan alami, para ahli menekankan bahwa dampak andropause dapat diminimalkan melalui penerapan gaya hidup sehat. Aktivitas fisik secara rutin, khususnya latihan kekuatan atau latihan beban, dapat membantu menjaga massa otot dan mendukung keseimbangan hormon.
Selain olahraga, pola makan bergizi seimbang, tidur yang cukup, serta pengelolaan stres yang baik juga menjadi faktor penting dalam menjaga kesehatan pria seiring bertambahnya usia.
Dalam kondisi tertentu, terapi penggantian hormon testosteron atau testosterone replacement therapy (TRT) dapat dipertimbangkan berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan rekomendasi dokter. Namun, terapi ini harus dilakukan secara hati-hati dan di bawah pengawasan tenaga kesehatan profesional.
Meningkatkan kesadaran mengenai andropause menjadi langkah penting untuk membantu pria mengenali perubahan yang terjadi pada tubuhnya. Dengan deteksi dini dan pengelolaan yang tepat, pria dapat tetap menjaga kesehatan, produktivitas, serta kualitas hidup yang optimal di usia dewasa hingga lanjut usia. (Red)







