DINEWS.ID – Kenaikan harga BBM nonsubsidi jenis Pertamax mulai berdampak terhadap penjualan di sejumlah Pertashop di Kota Bogor. Salah satunya dirasakan Pertashop Tegal Gundil, Kecamatan Bogor Utara, yang mengalami penurunan omzet hingga 40 persen sejak harga Pertamax naik.
Pengawas Pertashop Tegal Gundil, Bobi (39), mengatakan penurunan penjualan terjadi karena banyak konsumen beralih ke BBM bersubsidi jenis Pertalite yang memiliki selisih harga cukup jauh.
“Sekarang konsumen yang datang membeli Pertamax ke kami rata-rata hanya yang kondisinya sudah darurat atau benar-benar membutuhkan,” kata Bobi, Minggu (21/6/2026).
Menurut dia, volume penjualan harian saat ini turun sekitar 35 hingga 40 persen. Bahkan pada hari tertentu, penurunan bisa mencapai 50 persen dibandingkan sebelum kenaikan harga.
Bobi menjelaskan, ketika harga Pertamax masih berada di kisaran Rp12 ribuan per liter, banyak pengendara roda dua memilih mengisi bahan bakar di Pertashop untuk menghindari antrean panjang di SPBU reguler.
Namun setelah terjadi kenaikan harga, pola konsumsi masyarakat berubah. Banyak pengguna kendaraan memilih membeli Pertalite di SPBU meski harus mengantre lebih lama.
Kondisi tersebut membuat aktivitas di Pertashop jauh lebih sepi dibandingkan beberapa bulan sebelumnya. Di sisi lain, biaya operasional usaha tetap berjalan sehingga margin keuntungan yang diperoleh semakin menipis.
Bobi berharap pemerintah dapat mengevaluasi harga BBM nonsubsidi secara berkala, terutama ketika harga minyak mentah dunia sedang mengalami tren penurunan.
“Kami berharap pemerintah bisa meninjau kembali dan menurunkan harga Pertamax agar daya beli masyarakat kembali meningkat,” ujarnya.
Para pengelola Pertashop berharap adanya kebijakan yang dapat menjaga keberlangsungan usaha mereka di tengah perubahan pola konsumsi BBM masyarakat akibat kenaikan harga bahan bakar. (Yis)













